Istri Kades Pengusaha Tambang Pamer Duit, KDM Sindir Upah Pekerja di Bawah Rp 50 Ribu

BOGOR, Denting.id – Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi (KDM), sapaan akrab Dedi, menanggapi video viral isteri Rusli, Kepala Desa (Kades), Rengasjajar, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor, yang memamerkan uang gepokan, baru-baru ini. Kades Rusli diketahui memiliki usaha tambang di wilayah Bogor, dan berdalih uang tersebut diperuntukan bagi para pekerja.

Melalui video Instagram, KDM justru menyinggung upah tidak layak pekerja tambang di daerah Cigudeg tersebut. “Saya sampaikan di daerah Ibu (Kades), ternyata upah pekerja sangat rendah, rata-rata di bawah Rp 50 ribu penghasilannya, sopir hanya sekitar Rp 80 ribu,” kata KDM, dikutip Selasa (4/11/2025).

KDM mengatakan ternyata seluruh kegiatan penambangan yang membuat pengusahanya kaya raya, tidak serta merta memberikan kehidupan layak bagi warga dan para pekerja di sekitarnya. Selain tidak menikmati upah layak, tidak dilindungi oleh BPJS, rumah tak layak, serta infrastruktur sekitar desa yang hancur berantakan.

“Untuk itu saya mengajak pada kepala desa, ibu-ibu ketua PKK, seluruh warga, mari kita pulihkan Cigudeg, Rumpin, Rengasjajar, dan sekitarnya agar tambang memiliki keadlian bagi masyarakat,” kata dia.

Baca juga: Viral Istri Kades di Bogor Pamer Uang Gepokan, Ngaku Hasil Usaha Tambang

KDM dikenal dengan sikapnya yang tegas terhadap kegiatan tambang dan pengelolaan lingkungan. Gubernur KDM menegaskan kebijakannya dan perhatian serius terhadap aspek lingkungan dan sosial dalam pengelolaan tambang.

Sebelumnya, pihak Kades Rusli mengaku uang dalam video viral tersebut bukan dari jabatan, melainkan untuk dibagikan kepada pekerja tambang dari usaha miliknya yang dikelola sejak 1985.

Dalam video viral, terdaoat narasi bahwa keluarga Kades tersebut tidak terpengaruh sama sekali dengan penutupan tambang Cigudeg, beberapa waktu laluc karena ia memiliki sekitar sembilan usaha tambang.

Isteri Kades mengunggah video dengan memamerkan uang tunai dalam jumlah besar menjadi viral dan memicu pro-kontra masyarakat. Dalam video yang beredar, terlihat tumpukan uang pecahan Rp100.000 dan Rp50.000 yang diduga milik keluarga kades tersebut.

Narasi yang menyertainya menyebut bahwa keluarga Kades tersebut “tidak terdampak penutupan tambang” yang sedang ramai diperbincangkan di wilayah Cigudeg.

Camat Cigudeg, Ade Zulfahmi, mengonfirmasi bahwa video tersebut direkam pada Juli 2025 sebelum kebijakan penutupan tambang mulai diberlakukan, dan bukan saat ini seperti yang diklaim dalam narasi viral.

Dalam beberapa pemberitaan, muncul klaim bahwa penutupan tambang di wilayah tersebut menyebabkan kegelisahan warga, dan video viral itu memperburuk citra hubungan antara pengelola tambang dan masyarakat.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *