Viral Istri Kades Bogor Pamer Uang Gepokan, “Gak Ngaruh Tambang Cigudeg Ditutup”

BOGOR, Denting.id – Sebuah video viral memperlihatkan istri Kepala Desa Rengasjajar, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor, Rusli, tengah memamerkan uang tunai dalam jumlah besar menjadi viral dan memicu pro-kontra masyarakat.

Dalam video yang beredar, terlihat tumpukan uang pecahan Rp100.000 dan Rp50.000 yang diduga milik keluarga kades tersebut. “Te ngaruh nya (gak ngaruh ya), ditutup,” demikian bunyi suara dari video viral, merujuk salah satu tambang di Cigudeg yang ditutup, baru-baru ini.

Kades Rusli diketahui memiliki sekitar sembilanh usaha tambang. Rusli membantah bahwa uang tersebut bersumber dari dana desa atau penghasilan jabatan.

Ia menyatakan bahwa sejak 1985 ia dan istrinya telah menjalankan usaha pertambangan dan material di kawasan Cigudeg, dan uang itu sebagai bagian dari hasil usaha tersebut.

Baca juga: Rakyat Kangean Bersatu dalam Penolakan Rencana Pertambangan Migas; Pasti akan menang!

Pihak Kades juga menganggap ada narasi tidak benar yang disertakan pada video viral. Rusli mengaku uang tersebut diperuntukan bagi pekerja tambang pada usaha yang dikelolanya sejak 1985.

Camat Cigudeg, Ade Zulfahmi, mengonfirmasi bahwa video tersebut direkam pada Juli 2025 sebelum kebijakan penutupan tambang mulai diberlakukan, dan bukan saat ini seperti yang diklaim dalam narasi viral.

Kebijakan penutupan tambang di wilayah tersebut diberlakukan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat pada sekitar bulan September-Oktober 2025.  Pernyataan ini muncul untuk mengklarifikasi narasi yang beredar, yang seolah-olah mengaitkan video tersebut (yang memperlihatkan istri seorang kepala desa memamerkan uang) dengan kondisi saat penutupan tambang sedang berlangsung. 

Menurut Ade Zulfahmi, video itu direkam pada saat aktivitas penambangan masih berjalan normal, dan bukan merupakan representasi dari situasi setelah kebijakan penutupan tambang diterapkan. Penutupan tambang sementara di Cigudeg dan beberapa kecamatan lain di Bogor dilakukan oleh Pj Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi untuk menertibkan operasional tambang di wilayah tersebut

Dalam beberapa pemberitaan, muncul klaim bahwa penutupan tambang di wilayah tersebut menyebabkan kegelisahan warga, dan video viral itu memperburuk citra hubungan antara pengelola tambang dan masyarakat.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *