Real Madrid Tersandung Dua Laga Beruntun, Xabi Alonso Hadapi Tiga Masalah Serius Jelang Paruh Musim

Denting.id – Real Madrid memasuki jeda internasional November dengan situasi yang kurang ideal setelah gagal menang dalam dua laga terakhir. Kekalahan 0-1 di markas Liverpool dan hasil imbang tanpa gol kontra Rayo Vallecano membuat posisi pelatih Xabi Alonso mulai mendapat sorotan.

Padahal, Los Blancos sempat tampil meyakinkan dengan tujuh kemenangan beruntun di semua kompetisi. Bahkan kekalahan dalam derby melawan Atlético Madrid sebelumnya tidak menggoyahkan kepercayaan diri tim. Namun kini, momentum positif itu terhenti dan sejumlah masalah yang selama ini tersamarkan mulai terlihat jelas.

Sebagai pelatih baru, Alonso kini menghadapi ujian besar untuk menjaga kestabilan permainan tim. Jika tidak segera menemukan solusi, performa Real Madrid berpotensi menurun di periode krusial musim ini. Setidaknya ada tiga persoalan utama yang menjadi pekerjaan rumah bagi sang pelatih.

1. Kurangnya Chemistry antara Vinicius dan Mbappé

Kedatangan Kylian Mbappé sempat membawa euforia luar biasa di Bernabéu. Dalam 11 laga awal, bintang asal Prancis itu mencetak gol secara beruntun dan menutupi berbagai kekurangan di lini depan. Namun ketika produktivitasnya mulai menurun, kelemahan hubungan permainan dengan Vinicius Junior mulai terlihat.

Sering kali keduanya tampak tidak sinkron di lapangan. Vinicius kerap mengirim bola ke kotak penalti ketika Mbappé belum siap, sementara saat Mbappé berada di posisi ideal, Vinicius lebih memilih menggiring bola sendiri. Akibatnya, kombinasi keduanya minim hasil: Vini belum mencatat kontribusi gol dalam enam laga terakhir, sedangkan Mbappé terakhir mencetak gol melawan Valencia yang kini terdampar di papan bawah klasemen.

2. Kerapuhan dan Kelengahan di Lini Belakang

Alonso datang dengan ambisi memperbaiki pertahanan Madrid lewat pressing kolektif dan struktur transisi yang rapi. Awalnya berhasil—Real hanya sekali kebobolan lebih dari satu gol dan mencatat delapan clean sheet.

Namun dalam beberapa laga terakhir, fokus dan disiplin para pemain menurun. Para penyerang seperti Vinicius dan Mbappé kerap enggan turun membantu bertahan, membuat Jude Bellingham dan Aurélien Tchouaméni kewalahan di lini tengah.

Thibaut Courtois masih tampil heroik, terutama di Anfield, tapi penyelamatannya tak bisa terus menjadi tameng atas lemahnya koordinasi pertahanan. Alonso harus segera memperbaiki struktur bertahan tim agar tak kembali kecolongan di laga-laga penting.

3. Inkonsistensi di Sisi Kanan Serangan

Masalah lain yang mencuat adalah sektor sayap kanan. Alonso belum menemukan pemain yang konsisten di posisi tersebut. Sejumlah nama seperti Franco Mastantuono, Brahim Díaz, Arda Güler, Rodrygo, Federico Valverde, hingga Eduardo Camavinga sudah dicoba, tapi belum ada yang benar-benar menonjol.

Mastantuono kini mengalami cedera dan baru mencetak satu gol, sementara Brahim Díaz hanya menyumbang tiga kontribusi gol dari 13 laga. Rodrygo belum mencetak gol sejak Maret, dan Güler maupun Valverde justru lebih efektif ketika dimainkan di posisi tengah.

Kondisi ini membuat pola serangan Real Madrid berat ke sisi kiri dan mudah diprediksi lawan. Alonso diyakini akan mencoba menyeimbangkan permainan dengan menghidupkan kembali peran sisi kanan, terutama setelah isu transfer Trent Alexander-Arnold kembali mencuat sebagai opsi jangka panjang.

Real Madrid kini berada dalam periode refleksi penting selama jeda internasional. Alonso diharapkan mampu memanfaatkan waktu ini untuk mengevaluasi tim sebelum memasuki paruh kedua musim yang padat.

Baca juga: Liverpool Dipermalukan Manchester City 0–3 di Etihad

Jika tiga masalah besar itu tak segera diselesaikan, Los Blancos bisa kehilangan momentum dan gagal mewujudkan ambisi merebut gelar La Liga dan Liga Champions musim ini.

Mungkin Anda Menyukai