Sekolah Kesatuan Perkuat Bahasa Mandarin, SMA–SMP Kesatuan Bogor Kirim 34 Siswa ke Tiongkok

Bogor, Denting.id – SMA dan SMP Kesatuan Bogor kembali mengirimkan puluhan siswanya ke Tiongkok untuk mengikuti program tahunan Winter Camp 2025. Program ini, yang bertujuan utama mengenalkan budaya Tiongkok sekaligus melatih kemampuan bahasa Mandarin siswa, diikuti oleh 34 peserta yang terdiri dari 21 siswa SMP dan 13 siswa SMA.

Kepala SMA Kesatuan Bogor, Lia Oktapia, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin yang digelar setiap tahun. Ia menegaskan bahwa program ini adalah implementasi langsung dari pelajaran yang didapat di sekolah.

“Tujuannya agar siswa bisa mengenal budaya Tiongkok sekaligus mengimplementasikan bahasa Mandarin yang sudah mereka pelajari di sekolah,” ujar Lia, Rabu (12/11/2025).

 

Bukan Wisata, Fokus Belajar Penuh di Guangzhou

Lia menegaskan, kegiatan yang berlangsung di Guangzhou selama 10 hari ini murni merupakan kamp akademik dan bukan sekadar wisata.

“Ini benar-benar camp akademik. Anak-anak belajar dari pagi sampai malam, mengikuti kelas budaya, kaligrafi, hingga tarian tradisional. Ada juga kunjungan ke universitas dan sekolah di sana,” tambahnya, menekankan bahwa pihak sekolah tidak menggunakan jasa agen perjalanan.

Selain menyerap budaya Tiongkok, para siswa juga aktif memperkenalkan budaya Indonesia.

“Waktu tahun lalu anak-anak main angklung dan ternyata disambut hangat. Mereka antusias sekali, bahkan banyak yang baru tahu alat musik itu,” kata Lia, menceritakan pengalaman pertukaran budaya.

 

Jaminan Halal dan Sertifikat Akademik

Kepala SMP Kesatuan Bogor, Sari Rahayu, menambahkan bahwa rombongan berangkat pada 11 November dan dijadwalkan kembali pada 20 November. Meskipun tema berbeda setiap tahun, kegiatan wajib seperti kaligrafi dan belajar kuliner selalu ada.

“Kegiatan wajib seperti kaligrafi Mandarin dan belajar kuliner seperti membuat dimsum selalu ada,” ujar Sari.

Sari juga menjamin keamanan makanan bagi peserta muslim.

“Biasanya makanan disiapkan terpisah atau dibungkus dari hotel agar tetap aman dikonsumsi,” tuturnya.

Di akhir program, seluruh peserta akan menerima sertifikat yang juga menjadi bagian dari tugas praktik bahasa Mandarin di sekolah. Pihak sekolah berharap, kegiatan ini memberikan pengalaman langsung bagi siswa.

“Kami ingin anak-anak tidak hanya belajar di kelas, tapi bisa merasakan langsung budaya dan kehidupan masyarakat di sana,” pungkasnya.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *