Iwan Suryawan Sambut Keterlibatan Arsitek ITB, Desak Evaluasi Total Penataan Kawasan Bersejarah Gedung Sate

Bandung, Denting.id – Wakil Ketua DPRD Jawa Barat, Iwan Suryawan, mendukung langkah pelibatan para pakar dari institusi pendidikan terkemuka seperti Institut Teknologi Bandung (ITB) dalam merespons polemik pembangunan gapura di kawasan Gedung Sate. Menurutnya, pandangan akademisi diperlukan untuk menghadirkan solusi yang objektif, terukur, dan bertanggung jawab secara keilmuan, sehingga kesalahan serupa tidak berulang pada masa mendatang.

Di tengah polemik mengenai estetika dan struktur baru di kawasan cagar budaya tersebut, Gubernur Jawa Barat sekaligus budayawan, Dedi Mulyadi, turut menyampaikan pendapatnya. Ia mengungkapkan pandangan arsitek ITB yang menegaskan bahwa “struktur baru di kawasan inti Gedung Sate harus tunduk pada kaidah cagar budaya yang ada, terutama dari segi skala, material, dan sense of place.” Para arsitek menekankan pentingnya menjaga keterbukaan visual dan keaslian kawasan daripada menambah elemen-elemen dominan yang berpotensi mengubah karakter heritage.

Iwan Suryawan menyambut positif inisiatif tersebut. Ia menilai pelibatan arsitek ITB merupakan langkah strategis untuk membangun konsensus estetika yang dapat diterima publik. Menurutnya, keselarasan antara fungsi pemerintahan dan pelestarian nilai sejarah harus menjadi prioritas utama dalam setiap proses pembangunan di kawasan Gedung Sate.

Wakil Ketua DPRD Jabar itu juga mendesak Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk melakukan evaluasi total dalam komunikasi publik terkait program pembangunan, terutama yang menyangkut bangunan bersejarah. Evaluasi tersebut, imbuhnya, tidak hanya bersifat teknis tetapi juga mencakup penerimaan publik serta kepatuhan terhadap regulasi cagar budaya.

Dari sisi legislatif, Iwan memastikan bahwa DPRD Jabar akan melakukan pengawasan ketat dan memanggil pihak terkait untuk meminta klarifikasi serta rencana tindak lanjut dari eksekutif. Ia menegaskan pentingnya dialog lebih awal agar tidak terjadi polemik setelah pembangunan berjalan.

“Anggarannya besar Rp3,9 miliar. Bentuknya memiliki nilai tertentu dan sedang kontroversi. Kita mengajak Pak Gubernur hadir secara resmi untuk berdiskusi. Bukan hanya untuk gapura Gedung Sate, tetapi bangunan-bangunan lain yang mungkin akan direnovasi. Jangan tunggu dibangun baru ramai. Ngobrol sama DPRD yuk,” ujarnya.

Iwan Suryawan juga mengajak pemerintah, akademisi, budayawan, hingga masyarakat untuk bersinergi menjaga aset sejarah Jawa Barat. Menurutnya, kolaborasi adalah kunci menciptakan pembangunan yang berkarakter sekaligus mempertahankan warisan budaya.

Baca juga: Iwan Suryawan Tekankan Pentingnya Kajian Mendalam Sebelum Ubah Kawasan Cagar Budaya Gedung Sate

Dengan adanya masukan teknis dari arsitek ITB yang disampaikan Dedi Mulyadi serta pengawasan dari DPRD, Iwan optimistis solusi terbaik dapat dirumuskan. Ia berharap langkah ini tidak hanya meredakan polemik, tetapi juga memastikan Gedung Sate tetap lestari sebagai ikon sejarah bagi generasi mendatang.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *