Denting.id – Pembicaraan mengenai krisis di Anfield perlahan mulai mereda. Liverpool kembali menemukan pijakan melalui rangkaian hasil positif yang mengangkat suasana ruang ganti sekaligus meredakan tekanan terhadap pelatih Arne Slot.
Namun, kemenangan tandang 2-1 atas Tottenham Hotspur justru menyisakan kegelisahan. Di balik tiga poin berharga tersebut, 17 menit terakhir yang berjalan kacau menjadi pengingat bahwa kebangkitan Liverpool masih dibayangi kelemahan mendasar.
Krisis mungkin telah terlewati, tetapi laga di London utara menegaskan bahwa pekerjaan Slot belum sepenuhnya rampung. Ada progres nyata dalam performa tim, namun juga peringatan keras yang tak boleh diabaikan.
Liverpool datang ke pertandingan ini dengan kepercayaan diri yang kembali tumbuh. Enam laga tanpa kekalahan di semua kompetisi mengubah narasi suram yang sempat mengiringi mereka di penghujung November.
Dari 15 poin terakhir yang tersedia di Liga Inggris, The Reds berhasil mengamankan 11 poin. Keyakinan itu juga diperkuat oleh kemenangan tandang meyakinkan di Liga Champions saat menghadapi Inter.
Perubahan suasana tersebut terasa signifikan jika menengok ke belakang. Kekalahan telak 1-4 dari PSV di Anfield, ditambah hasil mengecewakan melawan Nottingham Forest dan Manchester City, sempat memicu keraguan besar terhadap arah tim.
Kini, Arne Slot perlahan membalikkan situasi dengan pendekatan yang lebih pragmatis. Pelatih asal Belanda itu berani mengambil keputusan sulit, termasuk mencadangkan Mohamed Salah setelah sang bintang meluapkan kekecewaan secara terbuka, serta mengubah sistem permainan agar Liverpool tampil lebih rapat.
Masalah muncul ketika laga memasuki fase krusial. Liverpool unggul jumlah pemain sejak menit ke-33 setelah Xavi Simons diganjar kartu merah akibat tekel keras terhadap Virgil van Dijk. Dengan penguasaan bola mencapai 65 persen, keunggulan tersebut seharusnya cukup untuk mengontrol pertandingan.
Namun kenyataannya, Liverpool justru kesulitan mengonversi dominasi tersebut. Tottenham tetap mampu bertahan dan menciptakan ancaman. Ketika Richarlison memperkecil ketertinggalan pada menit ke-83, kontrol permainan Liverpool mulai goyah.
Situasi semakin mengkhawatirkan di masa tambahan waktu. Setelah Cristian Romero juga harus meninggalkan lapangan, Tottenham bermain dengan sembilan orang. Alih-alih menenangkan permainan, Liverpool justru terlihat panik dan kehilangan struktur.
Slot tak menutupi kekecewaannya usai laga. Ia menyoroti ketidakmampuan timnya menguasai bola di menit-menit akhir.
“Yang paling menyakitkan bagi saya adalah dari sembilan menit tambahan waktu, yang akhirnya menjadi 10 menit, saya rasa mereka menguasai 95 persen bola,” kata Slot.
“Setiap kali kami mendapatkan bola, kami justru membuangnya. Sulit dipercaya kami tidak bisa menahan bola sedikit lebih lama. Rasanya seperti kami yang bermain dengan sembilan orang dan mereka dengan 11, karena serangan demi serangan terus datang,” lanjutnya.
Manajemen permainan Liverpool benar-benar hilang. Umpan ceroboh dan pelanggaran yang tidak perlu memberi Tottenham kesempatan untuk terus menekan. Slot bahkan terlihat frustrasi di pinggir lapangan karena timnya terlalu dalam bertahan, namun instruksi tersebut tidak sepenuhnya dijalankan.
Salah satu momen simbolik dari kekacauan tersebut adalah keputusan Slot menarik Jeremie Frimpong yang sempat tergeletak akibat benturan di area mulut. Meski sang pemain sebenarnya masih bisa melanjutkan pertandingan, Slot memilih memasukkan Federico Chiesa demi menghindari risiko bermain dengan 10 orang.
“Saya tidak ingin bermain dengan 10 orang selama 30 detik,” jelas Slot. “Ini mungkin satu-satunya negara di mana pemain harus keluar lapangan selama 30 detik saat cedera, bahkan 45 detik jika cedera kepala. Kami sudah kesulitan meski unggul satu pemain.”
Di balik kekhawatiran tersebut, Liverpool tetap memetik sisi positif. Gol pembuka lahir dari kombinasi mahal Florian Wirtz dan Alexander Isak, yang untuk pertama kalinya berbuah gol di Liga Inggris.
Baca juga: Arsenal Tekuk Everton 1-0, Meriam London Kembali ke Puncak Klasemen
Sayangnya, kegembiraan Isak tak berlangsung lama setelah penyerang asal Swedia itu mengalami cedera akibat benturan dengan Micky van de Ven, menambah catatan pekerjaan rumah bagi Slot ke depannya.

