Kota Bogor, Denting.id – Memasuki momen libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025, arus lalu lintas di Kota Bogor mulai menunjukkan pergerakan wisatawan yang dinamis. Walaupun volume kendaraan belum mengalami lonjakan yang ekstrem, aparat kepolisian telah mematangkan strategi pengamanan guna menjaga kelancaran di pusat-pusat keramaian.
Kasatlantas Polresta Bogor Kota, Kompol Yudiono, mengungkapkan bahwa peningkatan arus kendaraan mulai terlihat menuju destinasi wisata utama dan sentra kuliner, namun situasinya masih dalam kategori terkendali.
“Kalau selama Nataru dari hari kemarin sebenarnya masih relatif normal. Cuma pada hari pagi sudah mulai ada peningkatan yang masuk ke wilayah kita, baik ke tempat kuliner maupun Kebun Raya. Tapi masih belum signifikan, masih di atas normal aja, kayak peningkatan di weekend,” jelas Kompol Yudiono kepada IDN Times, Kamis (25/12/2025).
Berikut adalah poin-poin penting terkait kesiapan lalu lintas di Kota Bogor:
1. Pengaturan Arus Secara Dinamis dan Situasional
Pihak kepolisian akan menerapkan skema rekayasa lalu lintas yang fleksibel di malam pergantian tahun dengan menyesuaikan kondisi riil di lapangan. Apabila terjadi hambatan besar pada jalur protokol, Satlantas akan segera merilis pernyataan resmi melalui media sosial untuk mengarahkan pengguna jalan ke rute alternatif.
2. Penyekatan di Lima Pintu Masuk Utama
Guna menekan risiko kemacetan di jantung kota, petugas akan bersiaga di lima titik penyekatan, yakni Ekalos, Baranangsiang, Air Mancur, Empang, dan kawasan Tol BORR (Warung Jambu). Sasaran utama penyaringan ini adalah mencegah masuknya kendaraan bak terbuka yang mengangkut penumpang ke area pusat kota.
“Untuk mengalihkan kendaraan roda 4 terbuka dan bawa penumpang, nanti tidak akan diizinkan masuk ke dalam kota,” tegas Yudiono.
3. Penempatan Personel untuk Menjamin Kelancaran
Meskipun kepadatan mulai terlihat di beberapa ruas seperti akses menuju Jalan Baru, pihak kepolisian memastikan bahwa arus tetap mengalir. Hal ini dimungkinkan karena penempatan personel di titik-titik rawan telah dilakukan sejak awal untuk memastikan roda kendaraan tetap berputar.
“Mungkin kepadatan terjadi di Pinong yang mengarah ke Jalan Baru, tapi masih dianggap tidak merah karena roda masih berputar dan anggota sudah tergelar. Nanti kita akan minta data ke Dinas Perhubungan untuk mengukur rame tahun mana yang lebih banyak,” tutupnya.

