Kota Bogor, Denting.id – Menjelang pergantian tahun, Kota Bogor terus mematangkan persiapan guna menyambut kedatangan wisatawan. Walaupun tidak menjadi lintasan utama bagi pemudik, “Kota Hujan” diprediksi tetap menjadi tujuan favorit bagi pelancong yang ingin menghabiskan waktu di pusat-pusat kuliner maupun objek wisata ruang terbuka hijau.
Kasatlantas Polresta Bogor Kota, Kompol Yudiono, menyebutkan bahwa pemetaan terhadap titik-titik rawan macet telah dilakukan. Selain pengerahan personel di lokasi strategis, pihak kepolisian juga telah memprediksi kapan puncak kepadatan akan terjadi, yakni pada H-2 dan H-1 malam tahun baru.
“Kami menjelang hari sebelum tahun baru, yaitu tanggal 30 dan 31, mungkin ada peningkatan arus. Tapi Bogor bukan jalur arus wisata utama, hanya lebih cenderung ke kuliner dan Kebun Raya. Saat ini kita sudah menyiapkan personel dan tim urai untuk mengantisipasi lonjakan,” ujar Kompol Yudiono saat dikonfirmasi pada Kamis (25/12/2025).
Berikut adalah tiga poin utama kesiapan lalu lintas di Kota Bogor:
1. Jalur Alternatif untuk Mengurai Pelimpahan Arus Puncak
Kota Bogor memegang peran penting sebagai zona penyangga apabila kawasan Puncak sudah mengalami kelebihan beban kendaraan. Jika situasi di Puncak tidak lagi memungkinkan untuk menampung arus, kepolisian akan mengalihkan kendaraan dari arah Ciawi ke wilayah Tajur atau melalui pintu tol Baranangsiang. Dari sana, pengendara akan dipandu melewati jalur alternatif seperti R3 dan kawasan Summarecon demi memecah penumpukan di pusat kota.
2. Sebaran Enam Pos Pengamanan di Wilayah Hukum Polsek
Guna memastikan kelancaran aktivitas masyarakat, sebanyak enam Pos Pengamanan (Pospam) telah resmi didirikan. Lokasi pos-pos ini mencakup wilayah hukum Polsek Bogor Barat, Selatan, Utara, Tengah, hingga Tanah Sareal. Fokus pengawasan ketat akan diberikan pada titik-titik krusial yang sering mengalami hambatan, di antaranya kawasan Batu Tulis, Jalan KH. Sholeh Iskandar (Yasmin), seputaran Kebun Raya, serta area Alun-Alun Bogor.
3. Kesiagaan 24 Jam di Pos Terpadu Baranangsiang
Sebagai tulang punggung pelayanan darurat, sebuah Pos Terpadu telah disiagakan di kawasan Baranangsiang. Pos lintas instansi ini menyatukan personel Kepolisian, tim medis dari Dinas Kesehatan, hingga BPBD. Dukungan teknis seperti armada derek juga dipastikan selalu siap bergerak jika terdapat kendaraan yang mengalami gangguan di jalur protokol.
“Ada pos terpadu dari berbagai instansi yang bersatu di Baranangsiang, untuk antisipasi kebutuhan bantuan seperti derek, Dinas Kesehatan, BPBD. Semuanya on call di situ. Harapan kami adalah tetap tidak underestimate dan maksimal dalam pelayanan,” tutup Kompol Yudiono.

