Jakarta, denting.id – Upaya mempercepat laju ekspor produk kriya dan furnitur nasional terus digenjot pemerintah. Salah satunya melalui penguatan peran pameran internasional sebagai pintu masuk pelaku ekonomi kreatif ke pasar global.
Komitmen tersebut ditegaskan Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya saat menerima audiensi penyelenggara Jogja International Furniture & Craft Fair Indonesia (JIFFINA). Menurutnya, JIFFINA memiliki posisi strategis dalam mendorong subsektor kriya—yang menjadi salah satu unggulan ekonomi kreatif untuk naik kelas dan bersaing di pasar internasional.
“Kehadiran Kementerian Ekonomi Kreatif salah satunya karena kami lebih fokus pada akselerasi dibanding inkubasi, yakni membantu pelaku usaha naik kelas dan masuk pasar internasional,” ujar Teuku Riefky dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis.
Ia menilai JIFFINA sejalan dengan peran Kementerian Ekonomi Kreatif sebagai akselerator pengembangan usaha kreatif. Pameran furnitur dan kriya bertaraf internasional ini rutin digelar di Jogja Expo Center, Yogyakarta, dan menjadi etalase penting produk kreatif nasional.
Penyelenggaraan JIFFINA di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah dinilai strategis karena kedua wilayah tersebut merupakan sentra utama industri furnitur dan kriya Indonesia. Dengan lokasi di daerah, pelaku ekonomi kreatif lokal memiliki akses pameran internasional dengan biaya yang lebih efisien.
Keberadaan JIFFINA sekaligus menegaskan bahwa pameran kelas dunia tidak harus terpusat di Jakarta. Minat pembeli mancanegara untuk datang langsung ke Yogyakarta tetap tinggi, sekaligus mendorong pemerataan aktivitas ekonomi kreatif di daerah.
Direktur Utama PT Jiffina Internasional Perkasa Yuli Sugianto menjelaskan, JIFFINA berperan sebagai platform perdagangan dan ekspor yang mempertemukan pelaku ekonomi kreatif subsektor furnitur dan kriya dengan pembeli global.
“JIFFINA berfokus pada pasar internasional. Pembeli datang dari berbagai negara seperti Belanda, Amerika Serikat, Prancis, Spanyol, India, Timur Tengah, Afrika Utara, Jepang, Malaysia, hingga Singapura. Pada pelaksanaan 2018, total transaksi yang tercatat mencapai 46 juta dolar AS,” kata Yuli.
Selain transaksi, JIFFINA juga mendorong peningkatan nilai tambah produk melalui inovasi desain berkelanjutan, kolaborasi dengan desainer muda, serta program kunjungan pabrik bagi pembeli internasional.
Menekraf menegaskan, audiensi tersebut mencerminkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan para pemangku kepentingan untuk memperkuat posisi subsektor kriya sebagai salah satu tulang punggung ekspor ekonomi kreatif nasional. Sinergi ini diharapkan mampu memperluas akses pasar, meningkatkan daya saing, sekaligus memperkuat branding produk kriya Indonesia di kancah global.

