Kabupaten Bogor, Denting.id – Menyongsong periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), Taman Safari Indonesia (TSI) Bogor semakin intensif dalam mempersiapkan segala aspek operasional. Sebagai destinasi wisata keluarga yang sangat diminati, TSI berkomitmen untuk tidak hanya menyuguhkan atraksi satwa yang menarik, tetapi juga menjamin standar keselamatan tinggi bagi para pengunjung.
Salah satu upaya konkret dalam mematangkan manajemen risiko adalah dengan memperkuat infrastruktur layanan medis darurat.
Taman Safari Bogor telah menambah armada medis melalui hibah satu unit ambulans dari PT Jasaraharja Putera. Penambahan fasilitas ini menjadi poin krusial untuk memastikan respons yang cepat dan efisien terhadap segala potensi situasi darurat selama musim kunjungan tinggi.
“Kami berharap keberadaan ambulans ini bisa meminimalisir serta sebagai bentuk antisipasi segala risiko yang bisa terjadi. Semoga ini dapat memberikan manfaat besar dalam meningkatkan layanan medis bagi para pengunjung,” tutur Direktur Pemasaran PT Jasaraharja Putera, Imam Hendrawan.
Berikut adalah tiga aspek utama kesiapan Taman Safari Bogor:
1. Keselamatan sebagai Komitmen Moral Perusahaan
Pengelola TSI memandang perlindungan terhadap pengunjung sebagai prioritas utama dan tanggung jawab jangka panjang. Director of Operations Taman Safari Indonesia, Esther Manansang, menekankan bahwa di tengah risiko keramaian libur Nataru, aspek keamanan harus melampaui standar teknis operasional demi kenyamanan pengunjung, karyawan, hingga masyarakat sekitar.
2. Sinergi Sistem Kesiapsiagaan Masa Liburan
Armada medis baru tersebut akan langsung dimasukkan ke dalam sistem manajemen keramaian khusus periode Nataru. Strategi ini melibatkan penempatan tim medis di titik-titik krusial yang rawan, serta koordinasi intensif antar pemangku kepentingan untuk menjaga kualitas pengalaman berwisata di tengah membeludaknya jumlah pengunjung.
3. Konsistensi sebagai Lembaga Konservasi Bereputasi Global
Dengan mengoleksi lebih dari 673 spesies satwa, TSI berupaya mempertahankan kredibilitasnya sebagai destinasi konservasi kelas dunia. Penguatan layanan medis ini membuktikan bahwa TSI mampu menyeimbangkan tata kelola pariwisata yang berkelanjutan, di mana kenyamanan wisatawan berjalan selaras dengan kesejahteraan satwa yang mereka rawat.

