Kediri, denting.id — Dinamika internal Nahdlatul Ulama (NU) memasuki babak baru. Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf dan Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar mencapai kesepakatan untuk menyelenggarakan Muktamar ke-35 NU secara bersama-sama pada 2026, sebagai upaya menjaga kebersamaan dan keteduhan jam’iyah.
Kesepakatan tersebut dihasilkan dalam rapat konsultasi yang berlangsung di Pondok Pesantren Lirboyo, Kota Kediri, Jawa Timur, dan melibatkan jajaran Mustasyar, Syuriyah, serta Tanfidziyah PBNU.
Juru Bicara Pesantren Lirboyo Kediri KH Abdul Muid Shohib menyampaikan bahwa pertemuan tersebut memutuskan Muktamar ke-35 NU akan dilaksanakan dalam waktu secepat-cepatnya, dengan tetap mengedepankan prinsip kebersamaan.
“Alhamdulillah, hasil pertemuan hari ini memutuskan kesepakatan bahwa Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama akan diselenggarakan secepat-cepatnya,” ujar Abdul Muid usai rapat, Kamis.
Ia menjelaskan, penyelenggaraan muktamar sepenuhnya diserahkan kepada PBNU, dengan melibatkan para mustasyar, sesepuh NU, serta pengasuh pondok pesantren dalam penentuan waktu, tempat, dan susunan kepanitiaan.
“Rais Aam dan Ketua Umum PBNU sebagai mandataris Muktamar Lampung akan memimpin proses ini dengan melibatkan semua unsur NU,” katanya.
Meski demikian, Abdul Muid belum mengungkapkan jadwal pasti pelaksanaan muktamar, termasuk lokasi yang akan ditetapkan, karena masih akan dibahas dalam forum lanjutan.
Menurutnya, kesepakatan tersebut merupakan wujud islah dan komitmen bersama untuk menjaga persatuan NU.
“Ini demi kebersamaan dan keteduhan pelaksanaan Muktamar ke-35 NU. Kesimpulan ini berarti islah, bareng-bareng menuju Muktamar 2026. Waktu dan tempat menyusul,” tegasnya.
Sementara itu, Rais Syuriyah PBNU KH Muhibbul Aman Aly menegaskan bahwa rapat di Pesantren Lirboyo merupakan rapat resmi Syuriyah PBNU yang digelar atas perintah Rais Aam PBNU.
“Keputusan ini adalah keputusan resmi PBNU dengan mengundang mustasyar dan para Rais Aam, dan dilaksanakan di Pesantren Lirboyo,” ujarnya.
Rapat konsultasi tersebut dihadiri Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar bersama jajaran Pengurus Syuriyah PBNU, antara lain KH Abdullah Kafabihi, KH Mu’adz Thohir, dan KH Imam Buchori.
Turut hadir KH Idris Hamid, H. Muhammad Nuh, Gus Muhib, Gus Yazid, Gus Afifuddin Dimyati, Gus Moqsith Ghozali, Gus Latif, Gus Sarmidi Husna, Gus Tajul Mafakhir, Gus Athoillah Anwar, dan Gus Nadzif.
Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf juga hadir bersama Pengurus Tanfidziyah PBNU H. Amin Said Husni. Sementara jajaran Mustasyar PBNU yang hadir di antaranya KH Ma’ruf Amin, KH Anwar Manshur, KH Nurul Huda Djazuli, KH Abdullah Ubab Maimoen, dan KH Machasin.

