Kediri, denting.id — Upaya merajut kembali soliditas Nahdlatul Ulama (NU) menemukan jalan terang. Mustasyar PBNU K.H. Ma’ruf Amin mengapresiasi kesepakatan untuk menyelenggarakan Muktamar NU secara bersama-sama antara Ketua Umum PBNU dan Rais Aam PBNU hasil Muktamar ke-34 Lampung.
K.H. Ma’ruf Amin menilai pertemuan yang digelar di Pesantren Lirboyo, Kota Kediri, Jawa Timur, berlangsung positif dan berakhir dengan kesepahaman yang menyejukkan bagi jam’iyah NU.
“Pertemuan ini berakhir bagus. Ujungnya ada kesepakatan dan segera diadakan muktamar, bukan oleh satu pihak, tapi bersama. Tetap ada Rais Aam dan Ketua Umum PBNU yang membentuk kepanitiaan untuk menyelenggarakan muktamar,” ujar Ma’ruf Amin usai rapat, Kamis.
Wakil Presiden ke-13 RI itu menambahkan, aspirasi penyelenggaraan muktamar juga mengemuka dalam rapat sebelumnya yang dihadiri jajaran Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) dan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) di lokasi yang sama.
“Sejak kemarin arahnya jelas, ujungnya muktamar. Para mustasyar dan kiai sepuh hanya memfasilitasi agar semuanya mengarah pada penyelesaian konflik. Dengan muktamar, konflik bisa diakhiri,” katanya.
Sementara itu, Ketua Umum PBNU K.H. Yahya Cholil Staquf menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada para sesepuh ulama dan jajaran Mustasyar PBNU yang dinilainya konsisten membimbing proses musyawarah hingga tercapai kesepakatan.
“Tidak ada ungkapan selain alhamdulillah dan terima kasih kepada para sesepuh ulama dan mustasyar yang membimbing, sehingga hari ini disepakati secara penuh bahwa selanjutnya akan diselenggarakan muktamar yang normal,” ujarnya.
Gus Yahya menegaskan Muktamar ke-35 NU nantinya akan dipimpin oleh Rais Aam PBNU K.H. Miftachul Akhyar bersama Ketua Umum PBNU K.H. Yahya Cholil Staquf.
Menurutnya, kesepakatan tersebut merupakan wujud kecintaan terhadap jam’iyah Nahdlatul Ulama dan diharapkan membawa keberkahan bagi organisasi.
“Setelah ini akan ditindaklanjuti dengan langkah-langkah teknis menuju muktamar,” katanya.
Rapat konsultasi yang diinisiasi Syuriyah PBNU tersebut dihadiri Rais Aam PBNU K.H. Miftachul Akhyar beserta jajaran Pengurus Syuriyah PBNU, antara lain K.H. Abdullah Kafabihi, K.H. Mu’adz Thohir, K.H. Imam Buchori, K.H. Idris Hamid, H. Muhammad Nuh, Gus Muhib, dan Gus Yazid.
Turut hadir sejumlah tokoh NU lainnya seperti Gus Afifuddin Dimyati, Gus Moqsith Ghozali, Gus Latif, Gus Sarmidi Husna, Gus Tajul Mafakhir, Gus Athoillah Anwar, dan Gus Nadzif. Dari unsur Tanfidziyah PBNU hadir Ketua Umum PBNU K.H. Yahya Cholil Staquf bersama H. Amin Said Husni.
Sementara jajaran Mustasyar PBNU yang hadir di antaranya K.H. Ma’ruf Amin, K.H. Anwar Manshur, K.H. Nurul Huda Djazuli, K.H. Abdullah Ubab Maimoen, dan K.H. Machasin.

