Kediri, denting.id — Dinamika internal Nahdlatul Ulama (NU) mengerucut pada satu kesepahaman penting. Forum Konsultasi antara Syuriyah dan Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Pesantren Lirboyo, Kota Kediri, Jawa Timur, menyetujui pelaksanaan muktamar dalam waktu dekat.
Katib Aam PBNU Prof Mohammad Nuh menyatakan, kesepakatan tersebut menjadi bukti komitmen para pimpinan NU untuk menjaga ketertiban organisasi serta keutuhan jam’iyah di tengah berbagai dinamika yang berkembang.
“Forum ini berlangsung dengan khidmat dan penuh kebijaksanaan. Ada kesepahaman bersama untuk melangkah ke depan secara konstitusional,” ujar Nuh dalam keterangan tertulis yang diterima, Kamis.
Ia menegaskan, hasil konsultasi akan ditindaklanjuti sesuai mekanisme organisasi yang diatur dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) NU serta peraturan perkumpulan yang berlaku.
PBNU, kata Nuh, akan menyiapkan langkah-langkah teknis agar pelaksanaan muktamar dapat berjalan tertib, sah, dan bermartabat.
“PBNU siap melaksanakan muktamar sebagaimana yang telah dicanangkan, dan itu akan dilakukan dalam waktu segera,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Nuh juga mengungkapkan sikap kebesaran jiwa Rais Aam dan Wakil Rais Aam PBNU yang menerima permohonan maaf Ketua Umum PBNU terkait ketidakcermatan dalam mengundang Peter Berkowitz pada kegiatan Akademi Kepemimpinan Nasional NU (AKN NU).
Menurutnya, sikap saling memaafkan itu mencerminkan tradisi NU yang mengedepankan akhlak, tabayun, serta penyelesaian persoalan secara arif dan bijaksana.
“Semangat yang dibangun adalah kebersamaan dan menjaga keutuhan organisasi,” tegas Nuh.
PBNU berharap seluruh warga nahdliyyin dan jajaran kepengurusan di semua tingkatan tetap menjaga suasana kondusif serta mempercayakan proses organisasi kepada mekanisme yang telah disepakati bersama.
Forum konsultasi tersebut dihadiri Rais Aam PBNU K.H. Miftachul Akhyar beserta jajaran Syuriyah PBNU, di antaranya K.H. Abdullah Kafabihi, K.H. Mu’adz Thohir, K.H. Imam Buchori, K.H. Idris Hamid, H. Muhammad Nuh, Gus Muhib, dan Gus Yazid.
Turut hadir sejumlah tokoh NU lainnya seperti Gus Afifuddin Dimyati, Gus Moqsith Ghozali, Gus Latif, Gus Sarmidi Husna, Gus Tajul Mafakhir, Gus Athoillah Anwar, dan Gus Nadzif. Dari jajaran Tanfidziyah, hadir Ketua Umum PBNU K.H. Yahya Cholil Staquf bersama H. Amin Said Husni.
Sementara itu, jajaran Mustasyar PBNU yang hadir antara lain K.H. Ma’ruf Amin, K.H. Anwar Manshur, K.H. Nurul Huda Djazuli, K.H. Abdullah Ubab Maimoen, dan K.H. Machasin.

