Xabi Alonso Tertekan di Real Madrid, Cesc Fabregas Ungkap Masalah Utama Sang Pelatih

Denting.id – Xabi Alonso tengah menghadapi periode sulit bersama Real Madrid setelah sempat mencatatkan awal musim yang impresif. Tekanan kini semakin besar menyusul hasil yang menurun dan sorotan tajam publik Santiago Bernabeu terhadap performa tim.

Sebagai klub dengan ekspektasi tertinggi di Eropa, setiap hasil negatif Madrid selalu memicu spekulasi, termasuk terkait masa depan sang pelatih. Situasi tersebut membuat posisi Alonso tak lagi sepenuhnya aman meski baru beberapa bulan menangani Los Blancos.

Kini, penyebab tekanan yang dialami Alonso mulai terkuak. Mantan rekan setimnya di timnas Spanyol, Cesc Fabregas, mengungkapkan bahwa tantangan terbesar Alonso bukan semata soal taktik, melainkan beratnya mengelola ruang ganti Madrid yang dipenuhi pemain bintang.

Xabi Alonso sejatinya memulai kiprahnya di Real Madrid dengan sangat meyakinkan sejak ditunjuk sebagai pelatih pada Mei lalu. Ia langsung membawa tim meraih 13 kemenangan dari 14 laga awal di semua kompetisi. Kemenangan atas Villarreal, Barcelona, dan Marseille membuat situasi kala itu terlihat ideal.

Namun, performa tersebut tak mampu dipertahankan. Madrid hanya memenangkan lima dari 11 pertandingan berikutnya. Hasil imbang melawan Rayo Vallecano, Elche, dan Girona membuat posisi puncak klasemen La Liga direbut Barcelona asuhan Hansi Flick.

Di Liga Champions, performa Madrid juga menurun drastis. Kekalahan dari Liverpool dan Manchester City membuat Los Blancos terpuruk di peringkat ketujuh klasemen sementara fase liga.

Di tengah tekanan hasil pertandingan, Alonso juga harus mengelola dinamika pemain bintang. Kylian Mbappe tampil luar biasa dengan torehan 29 gol dari 24 laga dan menjadi pusat perhatian musim ini. Sebaliknya, Vinicius Junior justru beberapa kali keluar masuk susunan starter.

Situasi itu memuncak saat Vinicius ditarik keluar dalam kemenangan 2-1 atas Barcelona pada laga El Clasico Oktober lalu. Dalam rekaman siaran DAZN, winger asal Brasil tersebut terdengar meluapkan emosinya kepada Alonso.

“Selalu saya! Saya keluar dari tim! Lebih baik saya pergi, saya pergi,” ucap Vinicius saat itu.

Meski demikian, Vinicius kemudian menyampaikan permintaan maaf kepada para pendukung Madrid.

Alonso pun menegaskan bahwa hubungannya dengan sang pemain tetap berjalan sangat baik.
Menurut Cesc Fabregas, persoalan utama Alonso adalah mengelola skuad bertabur bintang yang hampir semuanya merasa layak selalu bermain.

“Mereka semua sangat bagus. Mereka semua pantas bermain. Mereka semua merasa harus bermain. Mereka semua harus membuat perbedaan,” ujar Fabregas dalam sebuah dokumenter yang membahas karier Alonso.

“Mereka semua bernilai 50 juta euro. Mereka semua bermain untuk tim nasional mereka. Mengelola hal seperti ini, tentu, adalah hal tersulit dari semuanya,” lanjutnya.

Pendapat Fabregas diperkuat oleh Pepe Reina, mantan rekan Alonso di Liverpool dan timnas Spanyol. Reina menilai karakter Alonso justru menjadi kekuatannya di situasi sulit.

Baca juga: Arsenal Melaju ke Semifinal Carabao Cup Usai Taklukkan Crystal Palace Lewat Adu Penalti Dramatis

“Tidak mudah, terutama di ruang ganti seperti ini. Namun, Xabi tidak punya masalah menatap mata Anda dan mengatakan hal-hal apa adanya,” kata Reina.

Dengan tekanan hasil dan kompleksnya manajemen pemain bintang, Xabi Alonso kini dihadapkan pada ujian terberat sejak menangani Real Madrid.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *