Cole Palmer Frustrasi Diganti Saat Chelsea Kalah dari Aston Villa, Ini Penjelasan Enzo Maresca

Denting.id – Bintang Chelsea, Cole Palmer, tampak frustrasi usai ditarik keluar dalam kekalahan 1-2 dari Aston Villa pada lanjutan Premier League di Stamford Bridge, Minggu (28/12) dini hari WIB. Meski demikian, manajer Chelsea Enzo Maresca menegaskan tak mempermasalahkan reaksi emosional yang ditunjukkan pemain andalannya itu.

Palmer tampil sebagai starter dan bermain selama 72 menit. Sepanjang pertandingan, pemain internasional Inggris tersebut mencatatkan tiga percobaan tembakan, satu di antaranya mengarah tepat ke gawang.

Chelsea sempat unggul lebih dulu lewat gol Joao Pedro di babak pertama. The Blues tampil dominan, namun situasi berubah setelah Aston Villa memasukkan Ollie Watkins. Striker tersebut sukses mencetak gol balasan yang mengubah dinamika pertandingan.

Dalam kondisi skor imbang 1-1, Enzo Maresca memutuskan menarik keluar Cole Palmer dan menggantikannya dengan pemain muda, Estevao. Keputusan itu memicu reaksi keras dari Palmer. Pemain berusia 23 tahun tersebut terlihat kesal saat berjalan menuju pinggir lapangan, bahkan sempat berdebat dengan asisten manajer Chelsea, Willy Caballero.

Menanggapi hal tersebut, Maresca menegaskan bahwa pergantian Palmer sama sekali bukan karena performanya yang buruk. Menurutnya, keputusan itu diambil demi menjaga kondisi sang pemain mengingat padatnya jadwal pertandingan Chelsea.

“Tidak, tidak. Dia tadi bekerja dengan sangat baik. Dia bagus dengan atau tanpa bola, pressing-nya juga bagus. Kami punya pertandingan lain dalam 48 jam, jadi dia tampil baik dan kami senang karena dia sudah kembali,” ujar Maresca.

Pelatih asal Italia itu juga mengungkapkan Palmer terlihat sedikit kelelahan setelah bekerja keras sepanjang laga. “Saya pikir dia sudah bekerja sangat keras dan sedikit kelelahan. Secara keseluruhan, dia menjalani pertandingan dengan baik,” tegas Maresca.

Baca juga: Enzo Maresca Bangga Chelsea Cerminkan Karakternya Meski Dihantui Masalah Disiplin

Chelsea sendiri harus menerima kekalahan pahit meski sempat memegang kendali permainan. Hasil tersebut menjadi pekerjaan rumah bagi Maresca jelang laga berikutnya, sementara respons emosional Palmer menunjukkan besarnya ambisi sang pemain untuk selalu berada di lapangan dan membantu tim.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *