Lobi Energi Hijau di Abu Dhabi, Eddy Soeparno Ajak Masdar Perluas Investasi di Indonesia

Jakarta, denting.id — Upaya mempercepat transisi energi bersih Indonesia terus digencarkan hingga ke tingkat global. Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno melakukan pertemuan strategis dengan perusahaan energi terbarukan asal Uni Emirat Arab, Masdar Clean Energy, untuk membahas peluang ekspansi investasi energi hijau di Tanah Air.

Eddy yang didampingi Duta Besar Republik Indonesia untuk Uni Emirat Arab, Judha Nugraha, diterima langsung jajaran pimpinan Masdar di kantor pusat perusahaan tersebut di Abu Dhabi, Sabtu (27/12). Hadir dalam pertemuan itu Direktur Operasional Masdar Abdulaziz Alobaidli dan Kepala Pengembangan serta Investasi Masdar Fatimah Al Suwaidi.

Dalam pertemuan tersebut, Eddy menegaskan komitmen Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto untuk mempercepat transisi menuju energi terbarukan sebagai bagian dari upaya mewujudkan kedaulatan energi nasional dan menjaga kualitas lingkungan hidup.

“Pemerintah Indonesia terus mempercepat transisi energi terbarukan sebagai bentuk komitmen mewujudkan kedaulatan energi sekaligus memastikan lingkungan yang bersih dan sehat,” ujar Eddy dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Minggu.

Masdar, melalui COO Abdulaziz Alobaidli, menyatakan kesiapan perusahaan untuk memperluas investasi energi terbarukan di Indonesia. Kepercayaan tersebut didasari oleh pengalaman investasi Masdar di proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung Cirata di Jawa Barat.

“Kami berkomitmen memperluas cakupan investasi energi terbarukan di Indonesia, seiring komitmen Presiden Prabowo untuk meningkatkan bauran energi terbarukan hingga 10 gigawatt,” kata Alobaidli.

Masdar juga berharap pemerintah Indonesia terus mendorong regulasi yang lebih ramah investasi guna mempercepat pengembangan energi bersih di berbagai daerah.

Menanggapi hal itu, Eddy menyatakan kesiapannya memfasilitasi Masdar dari sisi kebijakan dan legislasi. Menurutnya, MPR RI berperan sebagai penghubung berbagai kepentingan agar regulasi dan implementasi kebijakan energi terbarukan berjalan efektif dan terbuka bagi investor.

“Kami di MPR menjadi policy enabler agar regulasi dan implementasi kebijakan energi terbarukan bisa berjalan cepat, baik, dan ramah investasi,” ujarnya.

Saat ini, Eddy mengungkapkan fokus parlemen adalah mendorong pengesahan sejumlah regulasi strategis, antara lain RUU Energi Baru dan Terbarukan (EBET), RUU Kelistrikan, serta RUU Pengelolaan Perubahan Iklim.

“RUU Pengelolaan Perubahan Iklim menjadi sangat penting mengingat dampaknya sudah nyata. Kami berharap regulasi ini dapat mempercepat transisi menuju energi bersih di Indonesia,” kata Eddy.

 

Mungkin Anda Menyukai