Terobos Banjir 4 Meter, Ditjen Bina Adwil dan TP PKK Antar Bantuan ke Titik Terparah Aceh

Jakarta, denting.id – Kepedulian pemerintah pusat terhadap warga terdampak banjir di Aceh diwujudkan melalui penyaluran bantuan oleh Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri bersama Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK).

Ketua Bidang IV Kesehatan Keluarga dan Lingkungan TP PKK Pusat, Safriati Safrizal, mengatakan tim berhasil menjangkau kawasan dengan kondisi paling kritis berkat koordinasi lintas pihak dan dukungan pemerintah daerah.

“Alhamdulillah, dengan kerja sama yang kuat, kami bisa masuk ke wilayah terparah banjir, termasuk Aceh Tamiang dan sejumlah daerah lain,” ujar Safriati dalam keterangan tertulis, Minggu.

Ia menjelaskan, pada Sabtu (27/12) tim menyasar sedikitnya 18 titik terdampak berat di empat kabupaten di Aceh. Penyaluran bantuan dimulai dari Kabupaten Pidie Jaya, tepatnya di Desa Beurawang, Desa Blang Cut, dan Desa Dayah Usen di Kecamatan Meurah Dua.

Dari Pidie Jaya, tim bergerak ke Kabupaten Aceh Utara untuk menyalurkan bantuan ke Desa Geudumbak dan Desa Bukit Lientung di Kecamatan Langkahan. Penyaluran dilanjutkan ke Desa Samakurok di Kecamatan Jamboe Aye, Desa Cot Ulaya di Kecamatan Baktiya, serta Desa Blang Reuling di Kecamatan Sawang.

Safriati menuturkan kondisi paling berat ditemui di Kabupaten Aceh Tamiang. Di wilayah ini, ketinggian banjir mencapai hingga empat meter dan berlangsung selama beberapa hari.

“Kami masuk ke Aceh Tamiang, yang menjadi salah satu wilayah terparah. Bantuan yang kami bawa adalah bentuk kepedulian bersama. Insyaallah, dengan kesabaran dan ketabahan, kita bisa melewati bencana ini,” katanya.

Di Aceh Tamiang, bantuan disalurkan ke Desa Kampung Banjir, Masjid Nurhasanah, dan Desa Air Tenang di Kecamatan Karang Baru, serta Desa Masjid Tuha di Kecamatan Tualang Baru.

Sementara di Kabupaten Aceh Timur, tim menjangkau Desa Lokop dan Desa Umah Taring di Kecamatan Serbajadi, Masjid Babulhairot Desa Gampong di Kecamatan Peunarah Lama, Desa Blang Bitra dan Desa Cek Embon di Kecamatan Peureulak, serta Desa Blangseunong di Kecamatan Pantai Bidari.

Safriati merinci, bantuan yang dibawa meliputi genset, lampu senter, obat-obatan, makanan siap saji, sembako, perlengkapan ibadah, kasur, serta berbagai kebutuhan dasar lainnya yang sangat dibutuhkan warga terdampak banjir dan longsor.

Menurutnya, kehadiran tim di wilayah yang sulit dijangkau merupakan wujud komitmen negara untuk memastikan masyarakat terdampak tidak terputus dari perhatian dan bantuan pemerintah.

 

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *