Jakarta, denting.id – Pemerintah pusat mulai menggelontorkan skema bantuan renovasi rumah bagi warga yang terdampak bencana di sejumlah wilayah Sumatera. Bantuan tersebut disiapkan untuk mempercepat pemulihan permukiman, khususnya bagi rumah dengan kategori rusak ringan dan rusak sedang.
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyampaikan, bantuan renovasi rumah ditetapkan sebesar Rp15 juta untuk rumah rusak ringan dan Rp30 juta untuk rumah rusak sedang. Sementara bagi warga yang rumahnya rusak berat atau hilang, pemerintah menyiapkan opsi hunian sementara (huntara) hingga hunian tetap (huntap).
“Warga diberikan pilihan. Ada yang disiapkan hunian sementara, ada juga yang memilih menerima bantuan dan tinggal sementara di rumah keluarga atau kerabat,” kata Tito dalam keterangannya di Jakarta, Senin.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam Konferensi Pers Pemulihan dan Rencana Strategis Pascabencana Jelang Akhir Tahun di Posko Terpadu Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta. Tito menjelaskan, pemerintah tengah menyinergikan pembangunan hunian melalui berbagai skema, mulai dari pembangunan huntap oleh Danantara, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), hingga dukungan gotong royong dari berbagai pihak.
Meski demikian, percepatan penyaluran bantuan renovasi sangat bergantung pada kelengkapan dan keakuratan data penerima di daerah. Karena itu, Tito meminta pemerintah daerah segera merampungkan pendataan rumah terdampak secara rinci.
“Data yang kita harapkan by name, by address, baik untuk rumah rusak ringan, sedang, maupun berat. Data ini menjadi tanggung jawab pemerintah daerah,” tegasnya.
Berdasarkan data sementara dari tiga provinsi terdampak bencana di Sumatera, tercatat sebanyak 68.850 rumah rusak ringan, 37.520 rumah rusak sedang, dan 56.108 rumah rusak berat. Total rumah terdampak mencapai 213.432 unit.
Tito menyebut sekitar dua pertiga dari total rumah terdampak masuk kategori rusak ringan dan rusak sedang. Dengan penyaluran bantuan yang cepat, sebagian besar warga diharapkan dapat kembali menempati rumah masing-masing sambil menunggu pemulihan lingkungan pascabencana.
Konferensi pers tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat lintas kementerian dan lembaga, antara lain Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, serta Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari.
Kehadiran para pejabat tersebut menegaskan komitmen dan sinergi pemerintah pusat dalam mempercepat penanganan serta pemulihan wilayah terdampak bencana di Sumatera.
Baca juga : Lobi Energi Hijau di Abu Dhabi, Eddy Soeparno Ajak Masdar Perluas Investasi di Indonesia

