Upaya Bogor Berantas Buta Huruf Al-Qur’an, Sasar Lebih dari 1.000 Peserta

Bogor, Denting.id– Kota Bogor terus menggencarkan upaya pemberantasan buta huruf Al-Qur’an melalui program Tahsin Al-Ghozy (TAG), yang menargetkan lebih dari 1.000 peserta dalam Kajian Awal Semester (KAS) Semester II Tahun Ajaran 2025/2026. Pemateri utama kajian, Euis Sufi Jatiningsih, menyatakan bahwa hampir setengah masyarakat Indonesia, termasuk sebagian warga Bogor, belum fasih membaca Al-Qur’an, sehingga program ini menjadi investasi spiritual jangka panjang.

Dalam kajian yang digelar di Masjid Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor pada Senin (12/1/2026), Euis menekankan bahwa belajar membaca Al-Qur’an dapat melembutkan hati seseorang, memudahkan mereka diarahkan pada kebaikan. Ia menjelaskan bahwa metode tahsin dalam program TAG dirancang secara terstruktur, terprogram, dan berjenjang untuk menjaga kemurnian bacaan Al-Qur’an. Meskipun terlihat ketat, pendekatan ini penting untuk memastikan proses pembelajaran dimulai dari perbaikan makhraj dan tajwid, pemahaman makna, hingga pengamalan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

Euis juga menegaskan relevansi Al-Qur’an dengan kehidupan modern, bukan hanya sebagai kitab ibadah, tetapi sebagai pedoman hidup yang mencakup aspek moralitas, pendidikan, dan teknologi. Ia menyebut Al-Qur’an sebagai Hudan dan Furqan, petunjuk dan pembeda antara yang hak dan batil, bahkan menyinggung prinsip dasar kecerdasan buatan yang selaras dengan nilai-nilai kitab suci tersebut. “Bahkan untuk urusan teknologi seperti AI, prinsipnya sudah ada di Al-Qur’an, bertanyalah kepada ahli jika kamu tidak tahu,” ujarnya.

Selain fokus pada pendidikan, program TAG juga aktif dalam aksi sosial. Yayasan AMC, yang menaungi program ini, telah membangun Musholla AMC di Kampung Jawa, Bogor Barat, sebagai bagian dari upaya pemberantasan buta aksara Al-Qur’an. Ketua Yayasan AMC, Ririe Rizal, menilai KAS sebagai momentum untuk memperkuat komitmen bersama. Program ini juga menyalurkan donasi sebesar Rp26,8 juta bagi korban banjir bandang di Sumatera, termasuk distribusi 550 mushaf Al-Qur’an ke pesantren dan masjid di Aceh Tamiang.

Dengan kombinasi pendidikan, dakwah, dan kepedulian sosial, TAG berperan sebagai solusi dalam menekan angka buta huruf Al-Qur’an di Kota Bogor dan sekitarnya. “Kajian Awal Semester ini merupakan momen penting untuk menyegarkan semangat dan komitmen kita dalam mengkaji Al-Qur’an,” kata Ririe.

Bagikan Artikel:

Mungkin Anda Menyukai