Jakarta, denting.id – Alih-alih merayakan pergantian tahun dengan seremoni, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) memilih mengawali 2026 dengan aksi nyata. Partai ini kembali mengerahkan relawan berkeahlian khusus untuk memperkuat pemulihan wilayah-wilayah di Sumatra yang terdampak bencana.
Presiden PKS Almuzzammil Yusuf secara resmi melepas relawan tanggap bencana dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKS yang akan diberangkatkan ke sejumlah provinsi terdampak, Jumat. Ia menegaskan, awal tahun baru harus dimaknai sebagai momentum memperkuat komitmen kemanusiaan, bukan sekadar perayaan.
“Awal tahun baru ini tidak kita isi dengan perayaan, tetapi dengan perenungan dan pengukuhan komitmen untuk terus berbuat bagi saudara-saudara kita yang terdampak bencana di Sumatra,” ujar Almuzzammil dalam keterangan tertulis.
Menurut dia, pelepasan relawan tersebut merupakan kelanjutan dari pengiriman relawan PKS yang sebelumnya telah diterjunkan dari berbagai daerah di Indonesia ke lokasi bencana di Sumatra. Sejumlah provinsi yang turut mengirimkan relawan antara lain Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Lampung, Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, serta Daerah Istimewa Yogyakarta.
PKS, lanjut Almuzzammil, akan terus mengirimkan relawan secara bertahap hingga kondisi masyarakat benar-benar pulih. Relawan yang diterjunkan pun bukan sembarang relawan, melainkan memiliki keahlian khusus sesuai kebutuhan di lapangan.
Ia merinci, relawan tersebut terdiri atas montir, tenaga kesehatan, ahli bangunan, ahli kelistrikan, psikolog untuk pemulihan trauma, serta berbagai keahlian teknis lain yang sangat dibutuhkan di wilayah terdampak bencana.
Almuzzammil juga membagikan pengalamannya saat meninjau langsung kondisi di Medan, Aceh Tamiang, dan Sumatera Barat. Di lapangan, ia menyaksikan sinergi berbagai elemen bangsa yang bahu-membahu menyalurkan bantuan.
“Saya melihat puluhan mobil bantuan lalu lalang mendistribusikan bantuan dari berbagai pihak, termasuk kader-kader PKS yang terjun langsung membantu korban,” tuturnya.
Ia menambahkan, kontribusi relawan PKS di lapangan telah dirasakan masyarakat, di antaranya melalui penyediaan listrik tenaga surya dan pengeboran air bersih di beberapa titik di Kabupaten Aceh Tamiang. Upaya tersebut dinilai menjadi solusi atas kebutuhan mendesak warga, terutama akses listrik dan air bersih.
Atas kerja bersama tersebut, Almuzzammil menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan bencana, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, BNPB, TNI, Polri, hingga elemen masyarakat.
“Solidaritas dan kolaborasi ini menegaskan bahwa kekuatan terbesar bangsa Indonesia adalah persatuan, terutama di masa-masa sulit,” katanya.

