Kota Bogor, Denting.id – Layanan transportasi publik Biskita Trans Pakuan di Kota Bogor menghentikan operasionalnya secara sementara terhitung sejak 1 Januari 2026. Pengumuman mengenai jeda operasional ini sebelumnya telah disosialisasikan kepada pengguna melalui Aplikasi Trans Pakuan.
Terhentinya layanan ini disebabkan oleh prosedur teknis terkait siklus anggaran tahunan. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor, Sujatmiko Baliarto, menjelaskan bahwa pendanaan Biskita bersumber dari APBD Kota Bogor dengan skema Buy The Service (BTS). Karena kontrak pengadaan ini bersifat tahunan dan bukan tahun jamak (multi-year), maka kontrak otomatis berakhir pada setiap penghujung tahun.
“Karena penganggarannya untuk satu tahun anggaran, tidak multi-year, jadi setiap tahun tanggal 31 Desember berakhir. Dan tahun ini sedang dalam proses kontrak baru,” ujar Sujatmiko, Jumat (2/1/2026).
Pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menegaskan tengah berupaya mempercepat proses administrasi agar masyarakat tidak terlalu lama kehilangan akses transportasi tersebut. Targetnya, armada Biskita akan kembali mengaspal dalam waktu sangat dekat.
“Nah untuk itu insyaallah dalam kurun waktu satu sampai dua hari ke depan Biskita sudah bisa melayani dengan tarif yang sama sebesar Rp 4.000 melalui TOP, atau taping di layanan BISKITA yang ada saat ini untuk membantu masyarakat,” lanjutnya.
Sujatmiko juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh warga Bogor atas ketidaknyamanan yang terjadi. Pihaknya berharap masyarakat dapat bersabar seraya pemerintah mengupayakan skema kontrak yang lebih permanen di masa mendatang untuk menghindari jeda operasional serupa.

