Jakarta, denting.id – Upaya percepatan pemulihan pascabencana di Aceh dan Sumatera Utara mendapat dorongan baru. Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin membentuk Satuan Tugas (Satgas) Kuala yang difokuskan untuk menangani pendangkalan sungai sekaligus memulihkan akses air bersih bagi warga terdampak.
Pembentukan Satgas Kuala dilakukan pada Kamis (1/1). Satgas ini dirancang untuk mengeruk sungai-sungai dangkal yang tertimbun material tanah akibat bencana, serta memanfaatkan aliran airnya untuk kebutuhan masyarakat.
“Hari ini sudah kita bentuk Satgas Kuala yang terdiri dari dua komposisi,” ujar Sjafrie.
Ia menjelaskan, komposisi pertama Satgas Kuala akan difokuskan pada pendalaman muara atau kuala sungai, sementara komposisi kedua diarahkan pada pemanfaatan air yang tersedia di kawasan tersebut.
“Di dua komposisi kapal ini akan kita naikkan water treatment system. Air yang ada di Kuala akan diambil, diolah, dan menjadi air jernih,” jelasnya.
Sjafrie menuturkan, sistem penjernihan air yang digunakan Satgas Kuala bukan teknologi baru. Perangkat tersebut sebelumnya telah diterapkan di sejumlah wilayah terdampak bencana dan terbukti efektif di kondisi lapangan.
Teknologi ini menggunakan tabung filtrasi utama berbahan fiber reinforced plastic yang dirancang agar mudah dioperasikan. Air hasil penyaringan awal kemudian diproses menggunakan teknologi Reverse Osmosis (RO) untuk menyaring partikel sangat kecil, termasuk garam terlarut dan kontaminan mikro.
Pada tahap akhir, air disterilkan dengan penyinaran ultraviolet (UV) guna membunuh bakteri, virus, serta mikroorganisme berbahaya sehingga aman untuk dikonsumsi masyarakat.
Sjafrie memastikan Satgas Kuala akan segera dioperasikan guna mendukung percepatan pemulihan fasilitas air bersih di wilayah terdampak bencana di Aceh dan Sumatera Utara.

