Pesona Angkor Tak Luntur, Hampir Sejuta Turis Mancanegara Padati Situs Ikonik Kamboja Sepanjang 2025

Phnom Penh, denting.id – Meski menghadapi penurunan kunjungan secara tahunan, Taman Arkeologi Angkor tetap membuktikan daya tariknya sebagai magnet wisata dunia dengan menyedot hampir satu juta wisatawan internasional sepanjang 2025.

Pengelola situs warisan dunia UNESCO tersebut mencatat total 955.131 wisatawan asing berkunjung ke kompleks candi Angkor selama 2025. Angka ini turun 6,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya, sebagaimana disampaikan Angkor Enterprise dalam pernyataan resminya pada Kamis (1/1).

Sejalan dengan penurunan jumlah pengunjung, pendapatan dari penjualan tiket juga mengalami koreksi. Sepanjang 2025, Angkor membukukan pemasukan sebesar 44,7 juta dolar AS atau setara Rp747,4 miliar, turun 6,5 persen secara tahunan.

Amerika Serikat, Inggris, Prancis, China, dan Korea Selatan tercatat sebagai lima negara penyumbang wisatawan asing terbesar ke taman arkeologi tersebut. Sementara itu, pada Desember 2025 saja, Angkor menerima 87.936 wisatawan internasional dengan pendapatan mencapai 4,23 juta dolar AS, masing-masing turun 30 persen dan 28,5 persen dibandingkan periode yang sama pada 2024.

Berada di Provinsi Siem Reap, barat laut Kamboja, Taman Arkeologi Angkor merupakan kompleks bersejarah yang menaungi 91 candi kuno peninggalan Kekaisaran Khmer, dibangun antara abad ke-9 hingga ke-13. Situs ini selama puluhan tahun menjadi ikon pariwisata dan kebanggaan nasional Kamboja.

Ke depan, prospek pariwisata Angkor dinilai masih menjanjikan. Wakil Direktur Pusat Studi China-ASEAN Universitas Teknologi dan Sains Kamboja (CamTech), Thong Mengdavid, menilai kebijakan uji coba bebas visa bagi warga China yang akan berlaku mulai 15 Juni hingga 15 Oktober 2026 berpotensi menjadi pendorong utama pertumbuhan sektor pariwisata.

“Kebijakan bebas visa ini dapat menurunkan hambatan perjalanan dan mendorong peningkatan wisatawan China, baik yang baru pertama kali berkunjung maupun yang kembali datang,” ujarnya kepada Xinhua.

Ia menambahkan, jika kebijakan tersebut dibarengi promosi yang tepat sasaran, peningkatan layanan digital, serta penguatan infrastruktur pariwisata, jumlah kunjungan wisatawan China ke Angkor berpeluang melampaui capaian prapandemi dalam beberapa tahun ke depan.

“Hal ini akan semakin mengukuhkan Angkor sebagai salah satu destinasi budaya paling ikonik di Asia,” tutupnya.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *