Anak Sering Pegal dan Mudah Cedera? Bisa Jadi Kurang Vitamin D

Jakarta, denting.id – Keluhan nyeri kaki, mudah lelah, hingga sering terjatuh pada anak kerap dianggap sepele. Padahal, kondisi tersebut bisa menjadi tanda awal gangguan kesehatan tulang akibat kekurangan vitamin D, nutrisi penting yang berperan besar dalam pertumbuhan anak.

Vitamin D membantu tubuh menyerap kalsium yang dibutuhkan untuk membentuk tulang kuat. Namun, menurut ahli bedah ortopedi anak dari Rumah Sakit Anak Narayana Health SRCC, Mumbai, Dr. Avi Shah, anak-anak rentan kekurangan vitamin D, terutama pada musim dingin.

“Hari yang lebih pendek, cuaca dingin, dan kebiasaan lebih banyak di dalam ruangan membuat anak jarang terpapar sinar matahari. Padahal, sinar matahari adalah sumber alami vitamin D,” ujar Dr. Shah, dikutip dari laman Health Shots, Minggu.

Ia menjelaskan, kekurangan vitamin D dapat memicu berbagai masalah kesehatan tulang pada anak. Salah satu tanda yang sering luput dikenali adalah nyeri kaki dan tumit yang muncul berulang, terutama setelah aktivitas fisik. Kondisi ini kerap salah diagnosis, padahal bisa menjadi sinyal kekurangan nutrisi penting.

Selain itu, defisiensi vitamin D juga dapat menyebabkan kelemahan otot dan kelelahan berlebihan. Anak yang biasanya aktif bisa tampak lesu, dengan waktu pemulihan otot yang lebih lama setelah bermain.

Kurangnya kekuatan otot dan aktivitas fisik turut meningkatkan risiko cedera, seperti keseleo, cedera otot, hingga patah tulang. Bahkan, jatuh ringan dapat menyebabkan cedera yang tampak lebih serius dari seharusnya.

“Jika anak kurang bergerak dan ototnya kaku, risiko cedera justru meningkat,” kata Shah.

Ia juga menyoroti kaitan antara kekurangan vitamin D dengan keterlambatan perkembangan anak. Pencapaian pertumbuhan bisa melambat dan risiko cedera yang memerlukan perawatan medis menjadi lebih tinggi.

Untuk mencegah masalah tersebut, Shah menganjurkan orang tua meluangkan waktu 15–20 menit setiap hari bagi anak untuk bermain di luar ruangan, meski cuaca dingin, demi mendapatkan paparan sinar matahari.

Aktivitas fisik yang melibatkan beban tubuh juga penting, baik di luar maupun di dalam ruangan. “Lompat tali, yoga, atau olahraga musim dingin bisa menjadi pilihan,” ujarnya.

Selain itu, asupan gizi perlu diperhatikan, terutama makanan kaya kalsium seperti produk susu dan sayuran hijau, serta protein dari daging tanpa lemak dan kacang-kacangan.

Dr. Shah menekankan, jika orang tua mencurigai anak mengalami kekurangan nutrisi, sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum memberikan suplemen apa pun.

“Jika anak mengalami nyeri berkepanjangan, sering jatuh, cepat lelah, atau menunjukkan tanda keterlambatan perkembangan, segera periksakan ke dokter,” pungkasnya.

Baca juga : Celine Dion Buka 2026 dengan Doa dan Cinta, Pesan Haru untuk Penggemar Menggema di Media Sosial

Baca juga : Awali 2026 dengan Aksi Nyata, Byeon Woo-seok Sumbang Rp1,1 Miliar untuk Pasien Muda

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *