Jakarta, Denting.id – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Ketua DPP Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas), Rachmad Muhamadiyah (RM), untuk diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi pengadaan digitalisasi SPBU PT Pertamina periode 2018–2023.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan, pemeriksaan terhadap Rachmad dilakukan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, pada Senin (5/1/2026).
“Pemeriksaan dilakukan di Gedung KPK atas nama RM, Ketua DPP Hiswana Migas,” kata Budi Prasetyo, seperti dikutip dari inilah.
Pemeriksaan tersebut dilakukan guna mendalami dugaan korupsi dalam pengadaan mesin electronic data capture (EDC) dan automatic tank gauge (ATG) di lingkungan Pertamina. Kedua sistem tersebut berfungsi untuk memantau dan mengukur ketersediaan bahan bakar minyak di dalam tangki SPBU secara elektronik.
Kasus proyek digitalisasi SPBU Pertamina dengan nilai mencapai Rp3,6 triliun ini dikerjakan oleh PT Telkom Indonesia. KPK telah menaikkan perkara tersebut ke tahap penyidikan sejak September 2024. Selanjutnya, pada Januari 2025, penyidik menetapkan tiga orang tersangka.
Pada Agustus 2025, penyidikan perkara ini memasuki tahap akhir. KPK juga bekerja sama dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI untuk menghitung potensi kerugian keuangan negara akibat proyek tersebut.
Dalam perkembangan terbaru, KPK menetapkan Elvizar sebagai tersangka. Elvizar diketahui juga merupakan tersangka dalam kasus pengadaan mesin EDC di Bank Rakyat Indonesia (BRI). Dalam proyek digitalisasi SPBU Pertamina, Elvizar berperan melalui PT Pasifik Cipta Solusi (PCS).
Proyek tersebut turut melibatkan anak usaha PT Telkom Indonesia, yakni PT Sigma dan PT PINS, dengan pembagian porsi pekerjaan yang berbeda.
Selain menyampaikan perkembangan perkara, Budi Prasetyo juga mengungkapkan bahwa lima penyidik KPK mendapatkan promosi jabatan sebagai kepala kepolisian resor (Kapolres) di sejumlah wilayah di Indonesia. KPK, kata dia, menyampaikan ucapan selamat atas amanah, tugas, dan tanggung jawab baru yang diemban para penyidik tersebut.
“KPK berharap prestasi dan capaian-capaian positif selama bertugas di KPK dapat terus dilanjutkan, termasuk untuk membawa semangat integritas dan antikorupsi di lingkungan barunya nanti,” ujar Budi.
Baca juga: KPK Ucapkan Selamat, Lima Penyidiknya Resmi Jabat Kapolres di Sejumlah Daerah
Kelima penyidik tersebut masing-masing adalah Boy Jumalolo sebagai Kapolres Tangerang Selatan, Banten; Bayu Anuwar Sidiqie sebagai Kapolres Situbondo, Jawa Timur; Dikri Olfandi sebagai Kapolres Magelang, Jawa Tengah; Bagus Priandy sebagai Kapolres Mandailing Natal, Sumatera Utara; serta Hidayat Perdana sebagai Kapolres Kuantan Singingi, Riau.

