Terungkap Alasan Chelsea Pecat Enzo Maresca di Tengah Musim

Denting.id – Chelsea mengambil keputusan besar dengan mengakhiri kerja sama bersama Enzo Maresca hanya beberapa hari lalu. Langkah tersebut langsung memantik perbincangan luas, mengingat pemecatan dilakukan di tengah musim yang masih berjalan.

Bagi sebagian pendukung, keputusan ini terasa janggal karena performa Chelsea belum sepenuhnya berada di titik krisis. Namun, serangkaian dinamika di balik layar perlahan membuat posisi pelatih asal Italia itu kian sulit dipertahankan.

Pemecatan Maresca ternyata bukan keputusan mendadak. Prosesnya disebut berlangsung sekitar dua pekan, dipicu oleh pernyataan sang pelatih mengenai “48 jam terburuk” yang menimbulkan kegelisahan di internal klub.

Jurnalis Matt Law mengungkapkan hal tersebut dalam podcast London Is Blue. Ia menyebut bahwa situasi berkembang dengan sangat cepat. “Ini dijelaskan kepada saya sebagai proses dua pekan yang bergerak sangat cepat dan berubah drastis,” ujar Law.

Sebelumnya, manajemen Chelsea sebenarnya masih berencana melakukan evaluasi menyeluruh di akhir musim. Namun, eskalasi persoalan membuat pendekatan tersebut dianggap tidak lagi relevan.

Masalah lain muncul dari ketidaksejalanan visi antara Maresca dan manajemen, khususnya terkait kebijakan transfer. Maresca disebut meminta tambahan bek tengah setelah Levi Colwill mengalami cedera panjang, tetapi permintaan tersebut tidak dikabulkan.

Di luar faktor non-teknis, sejumlah keputusan Maresca di fase akhir kepemimpinannya juga menuai sorotan. Rotasi pemain serta pendekatan taktiknya dinilai belum mampu memberikan stabilitas yang dibutuhkan Chelsea dalam persaingan Liga Inggris.

Padahal, rekam jejak Maresca bersama The Blues tidak sepenuhnya buruk. Ia berhasil mempersembahkan gelar Conference League serta membawa Chelsea menjuarai Piala Dunia Antarklub usai mengalahkan Paris Saint-Germain yang tengah berada dalam performa impresif.

Pasca perpisahan dengan Maresca, Chelsea langsung bergerak cepat mencari pengganti. Liam Rosenior dilaporkan menjadi kandidat terdepan dan sudah berada di London, sembari menunggu Strasbourg menunjuk pelatih baru.

Sambil menantikan penunjukan pelatih definitif, Chelsea menunjuk Calum McFarlane sebagai pelatih interim. Pada laga pertamanya, The Blues bermain imbang 1-1 melawan Manchester City, hasil yang menunjukkan fokus jangka pendek tetap terjaga di tengah masa transisi.

Baca juga: Untung dan Buntung Transfer Januari Barcelona: Dari Aubameyang hingga Matheus Fernandes

Ke depan, harapan para pendukung cukup sederhana namun krusial. Mereka ingin Chelsea menemukan pelatih yang mampu menyatukan visi jangka panjang dengan prestasi nyata di lapangan, bukan sekadar terjebak dalam dinamika jual beli pemain yang membingungkan.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *