Update Harga Pangan Bogor 2026: Cabai di Pasar Jambu Dua Anjlok, Bawang di Pasar Sukasari Masih Bertahan

Kota Bogor, VIVA Bogor – Memasuki minggu kedua Januari 2026, kondisi harga kebutuhan pokok di sejumlah pasar tradisional Kota Bogor mulai menunjukkan tren yang beragam. Meski tekanan harga pasca libur Natal dan Tahun Baru mulai melandai di beberapa titik, para pedagang masih mewaspadai fluktuasi modal dan potensi kenaikan harga menjelang bulan suci Ramadhan mendatang.

Hasil Pantauan Pasar Gembong Sukasari

Di Pasar Sukasari, penurunan harga baru dirasakan secara signifikan pada komoditas cabai. Sementara itu, kelompok bawang-bawangan terpantau masih tertahan di angka yang cukup tinggi karena tingginya modal di tingkat distributor.

Pendy (23), salah satu pedagang bumbu dapur, mengonfirmasi kondisi tersebut. “Cabai sudah turun, dari Rp90 ribu sekarang sekitar Rp70 ribu per kilo. Tapi bawang merah dan bawang putih masih di kisaran Rp47 ribu, belum turun karena modalnya masih tinggi,” jelasnya, Kamis (8/1/2026).

Untuk komoditas lain seperti minyak goreng, harga terpantau relatif stabil di kisaran Rp20.000 per kilogram, baik untuk jenis curah maupun kemasan sederhana. Sementara itu, harga daging ayam potong mulai merosot ke angka Rp35.000 – Rp36.000 per ekor.

Ujang (58), pedagang ayam, menambahkan: “Kemarin sempat naik sampai Rp10 ribu. Sekarang turun, tapi bisa naik lagi kalau aktivitas sudah normal,” katanya.

Hasil Pantauan Pasar Jambu Dua

Pemandangan berbeda terlihat di Pasar Jambu Dua. Di lokasi ini, penurunan harga justru terjadi cukup signifikan baik pada cabai maupun bawang.

Mumuh (45), pedagang di Pasar Jambu Dua, merinci bahwa harga cabai merah kini berada di angka Rp40.000/kg, turun drastis dari sebelumnya yang sempat menyentuh Rp80.000/kg. Penurunan serupa terjadi pada bawang yang kini dibanderol Rp28.000/kg dari harga semula Rp40.000/kg.

Menariknya, para pedagang di Jambu Dua memilih tetap fleksibel dengan melayani pembelian eceran dalam jumlah kecil guna menjaga daya beli warga. “Kasihan kalau tidak dilayani,” ujar Mumuh terkait keputusannya melayani pembeli eceran meski hanya seharga Rp5.000.

Waspada Kenaikan Jelang Puasa

Meski saat ini harga cenderung turun, para pedagang memprediksi stabilitas ini tidak akan bertahan lama. Faktor cuaca dan meningkatnya permintaan menjelang bulan puasa pada Februari mendatang diprediksi akan kembali memicu lonjakan harga.

Mungkin Anda Menyukai