Denting.id – Real Madrid mengejutkan dunia sepak bola setelah resmi memutuskan kerja sama dengan pelatih Xabi Alonso. Keputusan drastis ini diambil hanya sehari setelah Los Blancos kalah 2-3 dari Barcelona pada final Piala Super Spanyol, hasil yang disebut menjadi pemicu utama langkah cepat manajemen klub.
Pemecatan Alonso meninggalkan suasana campur aduk di ruang ganti. Di satu sisi, ada pemain yang menyambut perubahan dengan lega, namun di sisi lain terdapat pula pemain yang merasa masa depannya kini berada dalam ketidakpastian.
Manajemen Real Madrid bergerak cepat menunjuk mantan pelatih Castilla, Alvaro Arbeloa, sebagai pengganti. Tugas berat langsung menanti Arbeloa, yakni mengembalikan Madrid ke jalur kemenangan sekaligus meraih kembali kepercayaan para pemain bintang di dalam skuad.
Pergantian pelatih ini menciptakan dinamika baru di internal tim. Setiap pemain merasakan dampak yang berbeda, dari mereka yang diuntungkan hingga yang justru dirugikan oleh berakhirnya era singkat Alonso di Santiago Bernabeu.
Vinicius Junior disebut menjadi salah satu pemain yang paling diuntungkan dari keputusan ini. Sepanjang musim, winger Brasil itu kerap bersitegang dengan Alonso. Ia beberapa kali dicadangkan, bahkan ditarik keluar lebih awal pada laga-laga besar.
Di ajang Liga Champions, Alonso sempat tidak memasukkan Vinicius ke dalam starting XI, yang memperuncing hubungan keduanya. Saat kembali dipercaya bermain, Vinicius tetap sering diganti sebelum laga usai, termasuk pada El Clasico bulan Oktober yang membuatnya meninggalkan lapangan dengan emosi tinggi.
Kepergian Alonso kini memberi angin segar bagi Vinicius. Di bawah kepemimpinan Arbeloa, pemain berusia 23 tahun itu berharap kembali menjadi sosok sentral dalam permainan Real Madrid.
Pergantian pelatih juga membawa harapan baru bagi Trent Alexander-Arnold. Meski sebagian besar musim ini dihabiskannya di bangku cadangan karena cedera, Alonso dinilai kurang memberikan kepercayaan penuh dan lebih memilih Dani Carvajal di posisi bek kanan.
Dengan Arbeloa mengambil alih, Alexander-Arnold berpeluang mendapatkan kesempatan lebih besar untuk menunjukkan kualitasnya. Kendati masih kerap dikritik soal kemampuan bertahan, kualitas menyerangnya dianggap terlalu berharga untuk terus disia-siakan.
Di sisi lain, Arda Guler justru menjadi pemain yang paling terancam. Di era Alonso, gelandang muda Turki itu menikmati lonjakan peran signifikan, dari sekadar pelapis menjadi starter reguler pada awal musim.
Guler mencatatkan 14 kontribusi gol, pencapaian tertinggi sepanjang kariernya sejauh ini. Kepergian Alonso membuat masa depannya kembali dipertanyakan, kecuali Arbeloa bersedia melanjutkan kepercayaan yang telah diberikan sebelumnya.
Jika gagal mendapatkan menit bermain reguler, pemain berusia 20 tahun itu berpotensi mengalami kemunduran dalam perkembangan kariernya. Konsistensi yang baru saja terbangun bisa terhenti di tengah jalan.
Sementara itu, posisi Kylian Mbappe di skuad Real Madrid tetap tak tergoyahkan. Striker asal Prancis tersebut memimpin daftar pencetak gol dengan torehan 29 gol musim ini dan kerap menjadi pembeda dalam laga-laga krusial.
Namun, pemecatan Alonso menambah catatan tersendiri dalam karier Mbappe. Ini menjadi pelatih keenam yang kehilangan pekerjaannya dalam delapan tahun terakhir saat menangani Mbappe, baik di Paris Saint-Germain maupun Real Madrid.
Baca juga: Manchester City Resmi Boyong Antoine Semenyo, Winger Baru Perkuat Skuad Guardiola
Meski bukan kesalahannya secara langsung, tren pergantian pelatih ini berpotensi memengaruhi stabilitas tim. Real Madrid kini memasuki babak baru di bawah Alvaro Arbeloa, dengan tekanan besar dan ekspektasi tinggi untuk segera bangkit.

