Kota Bogor, Denting.id– Proyek pembongkaran gedung Pasar Bogor kini resmi memasuki tahap pengerjaan fisik setelah melewati serangkaian prosedur perizinan dan kajian teknis. Meskipun surat izin pembongkaran dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) masih dalam tahap penyelesaian, aktivitas di lapangan sudah mulai menunjukkan progres signifikan.
Fokus pengerjaan saat ini menyasar pada pembersihan area interior bangunan. Petugas telah mulai mencopot dan mengeluarkan berbagai aset bangunan, mulai dari kerangka atap, instalasi kelistrikan, pintu lipat (rolling door), hingga jaringan kabel.
“Kurang lebih sudah ada 25 truk yang mengangkut rolling door, kabel, dan material lainnya,” ujar Jenal Abidin Dirut Perumda Pasar Pakuan Jaya.
Pengerahan Alat Berat untuk Bagian Atas Gedung
Aktivitas pembongkaran diprediksi akan semakin intensif dalam beberapa hari ke depan. Mulai besok, alat berat dijadwalkan akan masuk ke lokasi untuk merubuhkan struktur beton bangunan. Dari total empat unit alat berat yang akan diterjunkan, dua unit pertama akan difokuskan untuk membongkar bagian atas gedung.
“Mulai besok akan turun alat berat. Mulai besok, mungkin dua dulu. Dari total target yang diinikan ada empat alat berat yang digunakan di sini. Besok itu mulai dua direncanakan turun alat berat ke Pasar Bogor. Mungkin nanti dari atas dulu,” kata Jenal Abidin.
Pemerintah menargetkan seluruh rangkaian proses perataan bangunan ini memakan waktu sekitar lima hingga enam bulan, dengan mempertimbangkan tingkat kesulitan struktur serta faktor keamanan bagi lingkungan di sekeliling pasar.
Pengangkutan Puing Dilakukan Malam Hari
Untuk meminimalisir dampak kemacetan di pusat kota, pihak pelaksana telah berkoordinasi dengan Dishub dan Satpol PP Kota Bogor terkait jalur distribusi material sisa bongkaran. Disepakati bahwa pengiriman material keluar area akan dilakukan pada waktu-waktu yang tidak padat kendaraan.
“Kita sedang koordinasikan dan kita minta proses pengangkutan itu di malam hari nanti. Supaya tidak mengganggu arus lalulintas. Ini juga sudah dilakukan beberapa kali,” pungkas Jenal Abidin.

