Akses Warga Terputus, TNI AD Turunkan Empat Alat Berat ke Lokasi Banjir dan Longsor di Sumut

Jakarta, denting.id – Upaya percepatan pemulihan wilayah terdampak banjir dan tanah longsor di Sumatera Utara terus dilakukan. TNI Angkatan Darat mengerahkan empat unit alat berat untuk membuka kembali akses jalan dan memperbaiki infrastruktur yang rusak akibat bencana alam.

Satgas Penanggulangan Bencana Alam TNI AD melalui Posko Terpadu Kodim 0211/Tapanuli Tengah mengirimkan dua unit buldoser dan dua unit ekskavator ke Kelurahan Hutanabolon, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, pada Rabu. Pengerahan ini difokuskan pada penanganan dampak banjir dan longsor yang terjadi sejak November 2025 lalu dan sempat mengisolasi sejumlah wilayah.

Kepala Dinas Penerangan TNI AD Brigjen TNI Donny Pramono mengatakan, pengerahan alat berat dilakukan guna mempercepat pemulihan infrastruktur sekaligus membuka kembali akses vital masyarakat.

“Kami mengerahkan alat berat guna mempercepat upaya pemulihan infrastruktur dan akses masyarakat,” ujar Donny saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu.

Empat alat berat tersebut diberangkatkan dari GOR Pandan sejak pagi hari dan dikawal personel Unit Intel Kodim 0211/Tapanuli Tengah agar proses pengiriman berjalan aman dan lancar.

Setibanya di lokasi bencana, dua unit buldoser langsung dioperasikan untuk membersihkan jalan utama yang tertutup lumpur dan material longsor. Sementara itu, satu unit ekskavator digunakan untuk normalisasi aliran sungai guna mencegah banjir susulan, dan satu unit lainnya difokuskan pada pembangunan Jembatan Aramco di Desa Sigiring-giring.

Donny memastikan seluruh alat berat akan tetap berada di lokasi hingga proses pembersihan dan pemulihan benar-benar selesai. Langkah ini diharapkan mampu mempercepat aktivitas warga dan memulihkan roda perekonomian setempat.

“TNI akan terus hadir dan bersinergi dengan instansi terkait agar akses masyarakat kembali normal dan kegiatan warga dapat segera pulih,” pungkasnya.

Bagikan Artikel:

Mungkin Anda Menyukai