Kota Bogor, Denting.id– Pemerintah Kota Bogor terus mematangkan rencana implementasi transportasi berbasis rel di tengah kota. Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menegaskan bahwa proyek pembangunan Trem kini tengah berproses dengan mengedepankan sinergi bersama industri perkeretaapian nasional. Hal itu disampaikan melalui wawancara bersama awak media di Kota Bogor pada Kamis pagi, 15 Januari 2025.
Langkah ini diambil bukan hanya untuk mengurai kemacetan, tetapi juga sebagai bentuk dukungan nyata terhadap produk dalam negeri.
Wali Kota menjelaskan bahwa salah satu pertimbangan utama pemilihan penyedia teknologi Trem adalah besarnya porsi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang ditawarkan.
“Untuk persiapan Trem, ini sedang berproses. Tentu kita merespons positif adanya industri perkeretaapian dalam negeri yang sangat mumpuni dan punya pertimbangan kuat untuk membangun sistem transportasi publik berbasis rel dengan TKDN yang hampir 70%,” ujar Dedie A. Rachim.
Dedie menambahkan, penggunaan teknologi lokal merupakan tanggung jawab pemerintah untuk memajukan industri nasional. “Kalau bukan kita yang mendukung industri dalam negeri, siapa lagi?” tegasnya.
Proyek Trem ini bukanlah rencana yang muncul secara mendadak. Dedie menekankan bahwa moda transportasi berbasis rel ini merupakan bagian tidak terpisahkan dari cetak biru Bogor Transportation Program yang telah dicanangkan sejak lebih dari satu dekade lalu.
“Ini sejalan dengan rangkaian konsep Bogor Transportation Program yang sudah digagas sejak tahun 2014. Saya melaksanakan apa yang menjadi rangkaian gagasan yang harus diimplementasikan,” jelasnya.
Dari sisi fiskal, Trem dinilai sebagai solusi yang paling masuk akal bagi kemampuan keuangan daerah dibandingkan moda transportasi rel lainnya. “Trem adalah salah satu pilihan yang paling efisien, efektif, dan paling mungkin terjangkau dari sisi anggaran pemerintah daerah,” tambahnya.
Mengenai tahap pelaksanaan, Wali Kota memastikan bahwa koordinasi dengan pihak legislatif berjalan harmonis. Dukungan dari DPRD menjadi kunci agar jadwal pengerjaan proyek ini dapat terealisasi tepat waktu tanpa hambatan regulasi.
“DPRD juga mendukung, insyaallah langkah-langkah kerja ke depan ini bisa menuntaskan dan memaksimalkan pelayanan rakyat. Nanti akan dikoordinasikan lebih lanjut dengan komisi-komisi di DPRD terkait jadwal pengerjaannya,” pungkas Dedie.

