Bandung, Denting.id – Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat, Iwan Suryawan, menyampaikan pesan khusus dalam peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW 27 Rajab 1447 Hijriah. Ia mengajak umat Islam menjadikan momentum tersebut sebagai pengingat penting untuk meningkatkan kualitas ibadah, khususnya salat, agar berdampak nyata pada perilaku sehari-hari di tengah masyarakat.
“Isra Mikraj mengajarkan kita bagaimana salat tidak hanya menjadi ritual, tetapi harus berbuah pada perilaku sosial yang baik. Mari kita tingkatkan ibadah kita kepada Allah, mari kita tingkatkan kualitas salat dan pendekatan kita kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala,” ujar Iwan, Jumat (16/1/2026).
Iwan menekankan bahwa di tengah ujian bangsa dengan berbagai musibah yang melanda sejumlah daerah, umat Islam perlu memperkuat kesadaran, kepedulian, dan empati terhadap sesama. Menurutnya, nilai-nilai salat yang diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari harus tercermin dalam sikap saling membantu serta membangun kembali wilayah yang terdampak bencana.
“Di tengah suasana negara ini yang sedang diuji, mari kita kuatkan rasa peduli dan empati kepada sesama. Mari kita gerakkan masyarakat untuk bangkit bersama menghadapi musibah,” tambahnya.
Selain itu, Iwan mengingatkan bahwa bulan Rajab juga menjadi penanda penting untuk mempersiapkan diri menyambut bulan suci Ramadan. Doa Allahumma barik lana fi Rajab wa Sya’ban wa ballighna Ramadan menjadi pengingat agar umat Islam meningkatkan kualitas ibadah sejak bulan Rajab dan Sya’ban.
“Rajab dan Sya’ban adalah momentum untuk memperbanyak amal saleh, agar kita siap menyambut Ramadan dengan ibadah terbaik,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa peningkatan kualitas dan kuantitas ibadah di bulan Rajab dan Sya’ban harus menjadi komitmen bersama, sehingga umat Islam dapat menyongsong Ramadan dengan kesiapan spiritual yang lebih matang.
“Selamat memperingati Isra Mikraj, mari kita songsong Ramadan dengan amal saleh di bulan Rajab dan Sya’ban,” ucapnya.
Pesan tersebut menegaskan bahwa Isra Mikraj tidak hanya relevan sebagai peristiwa spiritual, tetapi juga sebagai momentum sosial untuk memperkuat solidaritas, kepedulian, dan kesiapan umat dalam menghadapi bulan suci Ramadan.

