Jakarta, denting.id – Kondisi kaki sering kali dianggap remeh, padahal perubahan kecil pada bagian tubuh ini dapat menjadi sinyal awal gangguan kesehatan serius. Mulai dari kaki bengkak, terasa dingin, kram, hingga kesemutan, seluruhnya bisa menjadi petunjuk adanya masalah pada organ vital.
Konsultan bedah vaskular dan endovaskular Aster RV Hospital, India, Dr. A. Arun Kumar, mengungkapkan bahwa kaki kerap menjadi “cermin” kondisi sistem peredaran darah dan metabolisme tubuh. Dalam keterangannya yang dikutip dari Hindustan Times, Jumat (16/1), ia menjelaskan sejumlah keluhan pada kaki yang patut diwaspadai.
Pembengkakan pada kaki, terutama di telapak, betis, dan pergelangan, dapat menandakan adanya penumpukan cairan atau edema. Kondisi ini sering dikaitkan dengan gangguan jantung, di mana kemampuan jantung memompa darah menurun sehingga cairan menumpuk di bagian tubuh bawah akibat gravitasi.
“Edema juga bisa berkaitan dengan bekuan darah, gangguan ginjal, hingga penyakit hati. Jika pembengkakan muncul mendadak, semakin parah, atau disertai sesak napas, segera periksakan diri,” ujar Dr. Kumar.
Sementara itu, kaki yang terus terasa dingin meski sudah dihangatkan bisa menjadi tanda penyakit arteri perifer. Penyempitan pembuluh darah akibat penumpukan plak menghambat aliran darah dan suplai oksigen ke kaki, sekaligus meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke.
“Kondisi ini juga bisa menyebabkan kram dan luka yang sulit sembuh,” katanya, seraya menambahkan bahwa perokok, penderita anemia, dan hipotiroidisme lebih berisiko mengalaminya.
Kram kaki yang sering muncul pada malam hari juga tak boleh diabaikan. Meski kerap dianggap akibat kelelahan, kram berulang dapat menandakan dehidrasi, ketidakseimbangan elektrolit, gangguan sirkulasi darah, atau masalah ginjal.
Selain itu, perubahan warna kulit kaki menjadi kecokelatan, keunguan, atau gelap dapat mengindikasikan gangguan aliran darah vena kronis. Darah yang menumpuk di vena rusak dapat merembes ke jaringan kulit dan memicu perubahan warna. Luka kecil pada kaki yang tak kunjung sembuh, terutama lebih dari 7–10 hari, juga bisa menjadi tanda diabetes.
Keluhan mati rasa atau kesemutan yang menetap, menurut Dr. Kumar, sering dikaitkan dengan neuropati diabetik. Kondisi ini terjadi ketika kadar gula darah tinggi dalam waktu lama merusak saraf, sekaligus meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.
Adapun kemerahan mendadak pada kaki patut diwaspadai sebagai tanda trombosis vena dalam (DVT), yakni pembekuan darah yang berbahaya. “DVT memerlukan penanganan segera karena bekuan dapat berpindah ke paru-paru dan berakibat fatal,” tegasnya.
Dr. Kumar mengingatkan masyarakat agar lebih peka terhadap perubahan pada kaki dan tidak menunda pemeriksaan medis. Deteksi dini, menurutnya, dapat mencegah komplikasi serius dan menyelamatkan nyawa.

