Jakarta, Denting.id – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mendatangi kantor Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) menyusul adanya keluhan terkait sistem Coretax. Kunjungan tersebut dilakukan setelah Purbaya menerima laporan langsung dari Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Panju Sjahrir.
Dalam kunjungannya, Purbaya didampingi oleh tim teknologi informasi (IT) serta petugas pajak dari Kantor Pelayanan Pajak (KPP) setempat. Ia mengaku ingin memastikan secara langsung apakah permasalahan Coretax benar-benar berasal dari sistem atau justru dari proses penginputan data.
“Kemarin Danantara komplain katanya Coretax-nya enggak jalan. Saya mau lihat ke sini betul-betul enggak jalan atau orang Danantaranya enggak bisa masukin. Saya bawa tim IT sama tim dari kantor pajak KPP sini yang mau iniin Danantara untuk membantu memasukkan data-data itu,” ujar Purbaya melalui unggahan akun TikTok @purbayayudhis, dikutip Minggu (18/1/2026).
Ia juga sempat berseloroh soal Panju Sjahrir yang menyampaikan keluhan tersebut.
“(Pandu) ngeluh habis-habisan sama saya. Saya ke sini, kabur dia ke luar negeri, si pak Pandu,” kelakar Purbaya.
Usai melakukan pengecekan langsung, Purbaya menyatakan bahwa kendala Coretax di Danantara pada dasarnya sudah dapat diatasi. Meski demikian, masih terdapat beberapa persoalan minor yang diperkirakan bisa diselesaikan dalam waktu satu hingga dua minggu ke depan.
“Tapi itu enggak penting-penting banget, dalam pengertian yang minor tadi tidak akan membuat sistemnya berhenti atau wajib pajak tidak bisa menjalankan pekerjaannya,” katanya.
Lebih lanjut, Purbaya menilai sistem Coretax yang berjalan saat ini sudah cukup baik. Penilaian itu ia sampaikan setelah melihat langsung respons dan ekspresi para pegawai Danantara saat menggunakan sistem tersebut.
Baca juga: Menkeu Purbaya Ungkap Perusahaan Baja China Tak Bayar PPN, Negara Rugi Hingga Rp4 Triliun
“Saya lihat muka mereka pada waktu menggunakan sepertinya sudah cukup baik. Kalau dia pengen ini itu, biasalah konsumen kadang-kadang ingin fasilitas yang gampang banget. Itu wajar. Tapi sepertinya sistemnya sudah berjalan dengan baik,” pungkas Purbaya.

