Kota Bogor, Denting.id – Seorang sopir angkutan kota (angkot) di Bogor bernama Pak Syahrul (54) kini tengah berjuang demi masa depan buah hatinya. Di tengah kerasnya aspal jalanan, ia harus menelan kenyataan pahit bahwa ijazah anaknya masih tertahan di sekolah akibat tunggakan biaya yang belum terlunasi.
Kendala Biaya yang Menghambat Masa Depan
Anak dari Pak Syahrul merupakan lulusan SMK Bina Informatika, jurusan Teknik Komputer Jaringan (TKJ) 1. Namun, ijazah tanda kelulusannya belum bisa dibawa pulang karena masih terdapat sisa administrasi sekolah yang mencapai Rp6.100.000.
Bagi seorang sopir angkot, angka tersebut terasa sangat besar. Pak Syahrul mengaku penghasilan hariannya hanya mampu menutupi kebutuhan pokok keluarga, sehingga tidak ada dana tersisa untuk mencicil biaya sekolah yang tertunggak.
Gagal Melamar Kerja Akibat Legalitas Tertahan
Dampak dari ijazah yang tertahan ini berujung pada hilangnya kesempatan kerja bagi sang anak. Pak Syahrul menceritakan momen menyedihkan saat anaknya mencoba melamar pekerjaan ke sebuah perusahaan yang mensyaratkan fotokopi ijazah dilegalisir.
“Begitu saya datang ke sekolah untuk meminta legalisir, saya diminta membayar Rp500.000 terlebih dahulu sebagai cicilan awal,” ungkap Pak Syahrul pada Rabu 21 Januari 2026.
Karena tidak memegang uang tunai saat itu, sekolah tidak memberikan akses legalisir, yang mengakibatkan sang anak gagal dalam proses lamaran kerja tersebut.
Memohon Uluran Tangan Pemerintah
Kini, Pak Syahrul hanya bisa berharap adanya bantuan dari pihak berwenang atau pejabat terkait yang sering ia lihat membantu warga melalui media sosial. Ia ingin anaknya segera mendapatkan ijazah agar bisa mandiri secara ekonomi dan memperbaiki taraf hidup keluarga.
“Saya ingin anak saya bisa bekerja agar masa depannya lebih baik dan tidak seperti saya,” tuturnya dengan penuh harap.
