Kota Bogor, Denting.id – Plaza Balai Kota Bogor menjadi saksi sejarah baru bagi kerukunan umat beragama pada Jumat (23/1/2026) malam. Untuk pertama kalinya sejak Kota Bogor berdiri 544 tahun silam, perayaan Natal Bersama umat Kristiani se-Kota Bogor diselenggarakan secara terbuka di pusat pemerintahan kota tersebut.
Acara yang berlangsung khidmat sejak pukul 19.00 hingga 22.00 WIB ini dihadiri oleh ribuan umat dari berbagai denominasi gereja, tokoh lintas agama, serta jajaran pejabat Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menegaskan bahwa kebijakan mengizinkan Balai Kota sebagai lokasi Natal merupakan langkah nyata untuk menunjukkan bahwa Bogor adalah kota bagi semua golongan.
“Alhamdulillah, puji Tuhan. Malam ini kita mencetak sejarah. Selama 544 tahun berdirinya Bogor, baru hari ini Perayaan Natal Bersama dirayakan di Balai Kota. Saya pikir saya harus memberikan contoh bahwa warga Bogor saling menyayangi dan cinta sesama,” ujar Dedie dalam sambutannya.
Ketua FKUB Kota Bogor, Hasbulloh, turut memberikan apresiasi tinggi terhadap komitmen Pemkot Bogor. Ia menyebut Balai Kota kini telah bertransformasi menjadi “Rumah Bersama” bagi seluruh umat beragama.
“Kami sepakat memfasilitasi siapa pun yang mau menggunakan Plaza Balai Kota ini. Setelah Natal, saudara-saudara Khonghucu akan kita fasilitasi untuk Cap Go Meh, begitu juga umat Buddha untuk Imlek dan umat Hindu untuk kegiatan Saraswati,” kata Hasbulloh.
Mengangkat tema “Hadir Bawa Harapan bagi Keluarga dan Kota”, Perwakilan Aras Gereja (PGIS), Pdt. Dedan Nimrot Simatupang, mengingatkan pentingnya empati di tengah kondisi dunia yang sedang mengalami multi-krisis.
“Natal mengingatkan bahwa kita tidak sendirian. Berdasarkan data, hampir 20% responden di Indonesia merasa kesepian. Melalui perayaan ini, kita buktikan bahwa gereja bekerja bersama sahabat lintas iman untuk hadir menghadirkan harapan,” tutur Pdt. Dedan.
Kebahagiaan senada disampaikan Ketua Panitia, Samson Purba. Ia mengaku dukungan penuh dari Wali Kota menjadi suntikan semangat luar biasa bagi panitia dan jamaat. “Begitu Bapak mengizinkan kami menggunakan tempat ini, semangat panitia langsung naik menjadi 150%. Mari kita sama-sama membangun kota dengan tagline ‘Bogor Beres’,” ucapnya.
Di tengah suasana sukacita, Wali Kota Dedie Rachim juga menyampaikan kondisi terkini pemerintahan, termasuk adanya pemotongan anggaran pusat sebesar Rp300 miliar. Ia mengajak seluruh pelaku usaha untuk taat pajak guna menjaga pembangunan tetap berjalan.
Namun, Dedie memberikan angin segar terkait prospek ekonomi tahun 2027 melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG). “Jika dapur umum terbentuk, ada potensi ekonomi baru senilai Rp4 triliun per tahun untuk 320 ribu penerima manfaat di Bogor tanpa memandang suku dan agama,” jelasnya.

