BOGOR – Bunda Literasi Kota Bogor, Yantie Rachim, mengajak seluruh orang tua di Kota Bogor untuk kembali menghidupkan budaya membaca di lingkungan keluarga. Hal ini disampaikan dalam acara “Gema Literasi” yang diselenggarakan oleh Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Bogor di Kantor Kelurahan Katulampa, Sabtu (24/1/2026).
Dalam sambutannya, Yantie menekankan bahwa literasi bukan sekadar mengeja kata, melainkan fondasi utama dalam membentuk karakter dan wawasan anak sejak usia dini.
Kolaborasi Orang Tua dan Anak
Menurut Yantie, keberadaan Taman Bacaan Masyarakat (TBM) bukan hanya menjadi ruang bagi anak-anak, tetapi juga sarana edukasi bagi para orang tua. Ia mendorong adanya interaksi dua arah setelah membaca buku.
“Bukan hanya untuk anak-anak, tetapi juga untuk orang tua. Harapannya, bacaan tersebut bisa didiskusikan bersama di rumah, sehingga ada pertukaran ilmu antara orang tua dan anak,” ujar Yantie di hadapan warga Katulampa.
Menyeimbangkan Gawai dengan Buku
Di era digital yang serba cepat, Yantie juga menyoroti fenomena ketergantungan anak terhadap perangkat elektronik atau gadget. Ia mengimbau orang tua untuk lebih tegas dalam mengatur waktu bermain gawai demi kesehatan dan kecerdasan anak.
“Main game atau gadget itu boleh saja, tapi harus dibatasi. Jangan sampai lupa membaca buku. Kita ingin mencegah anak-anak mengalami gangguan kesehatan mata karena terlalu sering menatap layar HP,” tuturnya.
Target 30 Menit Sehari
Sebagai langkah nyata, Bunda Literasi ini mengajak keluarga di Bogor untuk menerapkan kebiasaan membaca minimal 30 menit setiap hari. Menurutnya, konsistensi kecil ini akan berdampak besar pada masa depan generasi muda.
“Kalau dari kecil sudah senang membaca, insyaallah di masa depan mereka akan memiliki banyak ilmu. Membaca juga membantu anak tumbuh menjadi pribadi yang lebih sopan dan beradab,” pungkasnya.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Bogor berharap minat baca masyarakat
