Jakarta, denting.id – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memulai kunjungan kerja dua hari ke Provinsi Jawa Tengah dengan agenda yang memadukan dialog akademik dan pelestarian budaya, menandai upaya pemerintah menjangkau generasi muda sekaligus menjaga tradisi bangsa.
Bersama Ibu Selvi Gibran Rakabuming dan rombongan terbatas, Wapres bertolak dari Pangkalan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, menuju Pangkalan Udara TNI AU Adi Soemarmo, Boyolali, Senin. Setibanya di Jawa Tengah, Gibran langsung melanjutkan perjalanan ke Kota Salatiga.
Agenda utama hari pertama difokuskan pada kunjungan ke Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), Jalan Diponegoro, Kecamatan Sidorejo. Di kampus tersebut, Wapres menjadi pembicara dalam talkshow bertajuk “Arah Baru Pembangunan Nasional” dan berdialog dengan sekitar 1.000 mahasiswa dari berbagai fakultas.
Melalui forum diskusi tersebut, Wapres menyampaikan pandangan pemerintah mengenai arah pembangunan nasional serta mendengar langsung aspirasi dan gagasan mahasiswa sebagai bagian dari generasi penerus bangsa.
Kunjungan ke kampus ini disebut sebagai pelaksanaan mandat Presiden Prabowo Subianto agar kebijakan pembangunan tidak hanya berhenti pada tataran struktural, tetapi juga menyentuh kebutuhan dan harapan generasi muda secara nyata.
Pada hari kedua kunjungan kerja, Wapres dijadwalkan menghadiri prosesi Tingalan Jumenengan Kangjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (K.G.P.A.A.) Mangkoenagoro X kaping 4 di Pura Mangkunegaran, Kota Surakarta.
Prosesi adat tersebut merupakan peringatan empat tahun kenaikan takhta Sampeyan Dalem Ingkang Jumeneng (S.I.J.) K.G.P.A.A. Mangkoenagoro X sejak 2022. Perayaan ini melibatkan partisipasi sekitar 1.000 peserta yang terdiri atas pelajar SMP, komunitas budaya, serta masyarakat di sekitar Pura Mangkunegaran.
Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, Wapres dijadwalkan kembali ke Jakarta pada sore hari yang sama.
Sekretariat Wakil Presiden menyatakan kunjungan kerja ini mencerminkan komitmen pemerintah dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan sumber daya manusia melalui ruang dialog akademik dan penguatan identitas bangsa melalui pelestarian nilai-nilai budaya Nusantara.

