Bogor Menuju Ekonomi Sirkuler: Wali Kota Bogor Dedie Rachim Pelajari Sistem Daur Ulang Plastik di Tokyo

Denting.id – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, melakukan kunjungan kerja ke Tokyo, Jepang, guna mendalami inovasi pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkuler. Kunjungan ini memenuhi undangan dari The Association for Overseas Technical Cooperation and Sustainable Partnerships (AOTS) dalam program lokakarya bertajuk “Establishing a Circular Economy Especially for Plastics in Indonesia” (ENIC02).

Program yang berlangsung sejak 25 hingga 31 Januari 2026 ini merupakan kolaborasi strategis antara Pemerintah Indonesia dan Jepang. Dedie berangkat bersama 30 peserta lainnya yang terdiri dari jajaran kepala daerah serta perwakilan kementerian/lembaga terkait.

Pendalaman Strategi Pengelolaan Sampah Plastik

Kota Bogor terpilih dalam program ini berkat rekam jejaknya yang progresif dalam isu lingkungan, khususnya melalui Perwali No. 61 Tahun 2018 tentang pengurangan kantong plastik (Botak) serta rencana pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menjelaskan bahwa tujuan utama program ini adalah membangun pemahaman mendasar mengenai kerangka sirkulasi sumber daya, tanggung jawab produsen yang diperluas (Extended Producer Responsibility), hingga alur pemilahan dan daur ulang.

“Kami belajar langsung dari pemerintah daerah dan perusahaan swasta di Jepang tentang bagaimana aturan pemilahan diterapkan, membangun kesadaran publik, hingga kontrol kualitas perusahaan daur ulang. Kami ingin mengidentifikasi elemen mana yang dapat diterapkan di daerah masing-masing di Indonesia,” ujar Dedie dari Tokyo.

Misi Tanpa Beban APBD

Salah satu poin penting dalam keberangkatan ini adalah efisiensi anggaran. Seluruh biaya akomodasi dan transportasi selama kegiatan di Jepang ditanggung sepenuhnya oleh pihak AOTS. Dengan demikian, kunjungan kerja strategis ini tidak menggunakan dana dari APBD Kota Bogor.

Kunjungan ini juga telah mengantongi izin resmi dari Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia melalui koordinasi dengan Kementerian Koordinator Bidang Pangan RI.

Rencana Aksi Pasca-Lokakarya

Dedie menekankan bahwa hasil dari lokakarya ini bukan sekadar laporan formal, melainkan akan disusun menjadi sebuah rencana aksi nyata. Rencana tersebut akan diintegrasikan dalam usulan kebijakan serta inisiatif pengembangan pengelolaan sampah di Kota Bogor.

“Nantinya, pembelajaran praktik baik dari Jepang ini akan kami jadikan acuan dalam mengembangkan integrasi kebijakan dan inisiatif lokal di Bogor, terutama dalam memaksimalkan daur ulang plastik dan pemanfaatan limbah menjadi energi,” pungkasnya.

Bagikan Artikel:

Mungkin Anda Menyukai