KPK Minta Tambahan Anggaran agar Operasi Tangkap Tangan Lebih Masif

Jakarta, Denting.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta tambahan anggaran dalam rapat kerja bersama Komisi III DPR RI agar pelaksanaan operasi tangkap tangan (OTT) dapat dilakukan lebih masif.

Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto mengungkapkan, salah satu kendala utama yang dihadapi lembaganya saat ini adalah keterbatasan sarana dan prasarana pendukung. Sejumlah alat yang digunakan KPK dinilai sudah tidak lagi memadai sehingga memengaruhi efektivitas penindakan, khususnya OTT.

“Apa sih sebenarnya hambatan paling besar di KPK selain soal SDM yang kurang, ya berikanlah kami alat yang canggih supaya OTT tidak hanya sekali sebulan. Kurang canggih, Pak, kurang canggih,” ujar Fitroh dalam rapat tersebut.

Menurutnya, tambahan anggaran sangat dibutuhkan untuk pembaruan peralatan penindakan. Meski tidak merinci jenis alat yang dimaksud, Fitroh menegaskan bahwa teknologi yang digunakan KPK saat ini sudah tidak lagi mengikuti perkembangan zaman.

“Ini sudah tidak up to date. Jadi kalau anggota Komisi III kasih anggaran besar buat beli alat, barangkali OTT bisa lebih masif,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua KPK Setyo Budiyanto membantah anggapan bahwa KPK tengah sepi melakukan OTT. Ia menegaskan, dalam beberapa bulan terakhir KPK tetap aktif melakukan operasi penindakan.

Namun, Setyo mengakui bahwa OTT bukanlah target yang harus dilakukan setiap bulan. Menurutnya, KPK hanya melakukan OTT berdasarkan informasi dan data yang valid.

Baca juga: KPK Kembalikan Aset Negara Rp1,531 Triliun Sepanjang 2025

“Karena itu juga salah satu target kami, tapi bukan target yang dipaksakan. Targetnya adalah sesuai dengan informasi yang kami dapatkan,” kata Setyo.

Ia menegaskan, KPK akan tetap mengedepankan kualitas penindakan berbasis informasi dan bukti, bukan sekadar mengejar kuantitas OTT.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *