Kabupaten Bogor, Kota Bogor – Dunia media sosial baru-baru ini digemparkan oleh video kekerasan yang menimpa seorang penjual es krim gabus bernama Suderajat. Namun, duka tersebut kini berganti menjadi suka cita. Suderajat, yang menjadi korban penganiayaan oknum aparat karena tuduhan palsu terkait bahan baku dagangannya, kini menerima bantuan melimpah yang melambungkan derajat keluarganya.
Bertempat di kediamannya di Kecamatan Kampung Panjang, Kabupaten Bogor, pada Selasa (27/1), Suderajat bersama istri dan kelima anaknya tampak haru saat menyambut berbagai pihak yang datang membawa bantuan. Kasus hukum yang sempat memanas pun dipastikan telah berakhir melalui jalan damai antara kedua belah pihak.
Suderajat dikenal sebagai sosok ayah yang ulet. Demi menghidupi lima anaknya, ia rela berjalan kaki puluhan kilometer dari Bogor hingga masuk ke pinggiran Jakarta setiap hari. Meski berjuang keras dengan pendapatan Rp100 ribu hingga Rp200 ribu per hari, keterbatasan ekonomi memaksa empat orang anaknya putus sekolah demi membantu mencari nafkah.
Sabtu lalu menjadi hari yang kelam bagi Suderajat. Gara-gara tuduhan tak masuk akal bahwa es krim gabus buatannya terbuat dari spons, ia mendapatkan kekerasan fisik berupa pukulan di wajah dan bahu. Trauma yang dialaminya begitu hebat hingga ia sempat takut untuk kembali mengais rejeki di jalanan.
Zaitun, putri Suderajat, mengenang malam mencekam saat ayahnya baru tiba di rumah pada pukul 4 pagi dalam kondisi terluka. “Awalnya kami tidak percaya dengan cerita bapak, sampai akhirnya video kejadian itu viral di media sosial dan kami sadar bapak benar-benar jadi korban,” tuturnya saat ditemui di kediamannya.
Hadiah Umroh hingga Kafe Baru
Simpati publik yang luar biasa mengalir deras setelah video tersebut menyebar. Bantuan yang diterima keluarga Suderajat tidak main-main; mulai dari kebutuhan pokok, perabotan rumah, uang tunai, sepeda motor, hingga gerobak jualan baru.
Bahkan, terdapat dermawan yang memberikan paket ibadah Umroh gratis serta menjanjikan pembangunan sebuah kafe untuk dikelola keluarganya agar Suderajat tidak perlu lagi berjualan keliling dengan berjalan kaki.
“Terima kasih untuk semua yang sudah peduli. Ini benar-benar mengangkat derajat keluarga kami,” ungkap Suderajat dengan penuh syukur.
Momentum Pertemuan dengan Gubernur
Perhatian terhadap kasus ini pun meluas hingga ke tingkat provinsi. Suderajat dijadwalkan bertolak ke Bandung pada Rabu (28/1) besok untuk memenuhi undangan dari Gubernur Jawa Barat. Pertemuan ini diharapkan menjadi harapan baru bagi pendidikan anak-anaknya yang sempat terhenti.

