Menkeu Pastikan Ketua OJK Akan Bicara di BEI Usai IHSG Kembali Trading Halt

Jakarta, Denting.id – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar akan memberikan pernyataan di Bursa Efek Indonesia (BEI) menyusul kembali terjadinya trading halt atau penghentian sementara perdagangan akibat anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

“Nanti Pak Mahendra mungkin akan bicara siang ini di bursa,” ujar Purbaya saat ditemui di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis (29/1/2026).

Purbaya menegaskan bahwa tekanan yang terjadi di pasar saham Indonesia saat ini masih dipicu oleh sentimen dari Morgan Stanley Capital International (MSCI). MSCI sebelumnya menyoroti kekhawatiran investor global terkait transparansi struktur kepemilikan saham di Indonesia, meskipun telah terdapat perbaikan minor pada data free float yang disampaikan oleh PT Bursa Efek Indonesia (BEI).

Menurut Purbaya, secara fundamental kondisi perekonomian Indonesia tetap kuat dan tidak bermasalah. Ia optimistis kepercayaan pasar akan segera pulih seiring dengan upaya perbaikan yang terus dilakukan otoritas terkait.

“Yang bisa saya pastikan pondasi ekonomi kita enggak bermasalah, bahkan akan semakin cepat ke depan. Mungkin orang sempat shock soal kemungkinan status pasar kita, apakah dianggap frontier atau tidak, tapi saya yakin tidak akan turun ke sana karena pondasi kita bagus. Kekurangan-kekurangan yang disebutkan MSCI akan diperbaiki Pak Mahendra,” paparnya.

Sebagaimana diketahui, IHSG kembali melanjutkan koreksi tajam setelah BEI melakukan trading halt atau penghentian perdagangan sementara selama 30 menit. Hingga pukul 09.58 WIB, IHSG tercatat turun 9,14 persen atau melemah 760,76 poin ke level 7.559,8.

Data perdagangan menunjukkan sebanyak 728 saham melemah, 196 saham stagnan, dan hanya 34 saham yang menguat. Nilai transaksi tercatat mencapai Rp11,95 triliun dengan volume perdagangan sebesar 14,03 miliar saham dalam 928.900 kali transaksi. Sementara itu, kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia tercatat sebesar Rp13.659 triliun.

Baca juga: Menkeu Purbaya Yakin Rupiah Bisa Menguat ke Rp16.500 per Dolar AS

Otoritas pasar diharapkan segera memberikan penjelasan guna meredam kepanikan investor dan menjaga stabilitas pasar keuangan domestik.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *