Isu Reshuffle Menguat, Mensesneg Tegaskan Hak Presiden Prabowo Tak Bisa Diganggu Gugat

Jakarta, denting.id – Menguatnya isu perombakan Kabinet Merah Putih kembali mendapat respons dari Istana. Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan bahwa reshuffle kabinet sepenuhnya merupakan hak prerogatif Presiden Prabowo Subianto dan tidak dapat diintervensi pihak mana pun.

Penegasan tersebut disampaikan Prasetyo saat menanggapi maraknya spekulasi publik mengenai kemungkinan pergantian menteri dan wakil menteri, usai menghadiri konferensi pers di Wisma Danantara Indonesia, Jakarta, Jumat.

“Masalah kabinet ini adalah hak prerogatif Bapak Presiden. Presiden tentu setiap hari melakukan evaluasi, meskipun bukan dalam satu forum khusus,” ujar Prasetyo.

Ia menjelaskan, dalam menjalankan pemerintahan dan program-program strategis negara, Presiden Prabowo secara otomatis melakukan penilaian terhadap kinerja para pembantunya. Evaluasi tersebut menjadi dasar dalam menentukan apakah diperlukan perbaikan atau pergantian di jajaran kabinet.

“Kalau kemudian Bapak Presiden merasa perlu melakukan perbaikan atau pergantian, sepenuhnya itu keputusan beliau. Karena beliau yang setiap hari memonitor kinerja para menteri dan wakil menteri,” tegasnya.

Prasetyo juga menilai isu reshuffle yang beredar luas di masyarakat merupakan dinamika politik yang sulit dihindari. Namun, ia mengingatkan agar publik tidak menarik kesimpulan prematur tanpa pernyataan resmi dari Presiden.

Sebelumnya, Prasetyo memastikan hingga saat ini belum ada pembahasan terkait perombakan Kabinet Merah Putih. Hal itu ia sampaikan menjelang pelantikan Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu.

“Enggak ada,” kata Prasetyo singkat menanggapi pertanyaan awak media terkait isu reshuffle kabinet.

Ia menegaskan bahwa tidak ada reshuffle dalam arti perombakan struktur kabinet. Perubahan yang terjadi sejauh ini hanya berkaitan dengan penugasan Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono, yang sedang menjalani proses untuk menjabat sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia.

 

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *