Komisi VII DPR Tancap Gas Dorong Industri Hijau, Pakan Ternak Jadi Sorotan

Jakarta, denting.id – Transformasi industri nasional menuju arah yang lebih ramah lingkungan kembali ditegaskan Komisi VII DPR RI. Kali ini, sektor industri pakan ternak menjadi perhatian khusus dalam upaya mendorong penerapan industri hijau yang berdaya saing global.

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Chusnunia Chalim, menekankan pentingnya komitmen seluruh pelaku industri di Indonesia untuk beralih ke industri hijau yang rendah emisi dan berorientasi pada keberlanjutan lingkungan. Hal tersebut disampaikannya saat melakukan kunjungan kerja spesifik ke PT Japfa Comfeed Indonesia Unit Lampung di Lampung Selatan, Jumat.

Menurut Chusnunia, penerapan skema industri hijau bukan hanya soal kepatuhan lingkungan, tetapi juga strategi untuk meningkatkan daya saing produk nasional di pasar global tanpa mengorbankan kelestarian alam.

“Kunjungan ini menjadi bagian dari belanja masalah kami, karena industri pakan ternak memiliki kompleksitas yang cukup tinggi, baik dari sisi produksi, efisiensi energi, maupun dampak lingkungannya,” ujar Chusnunia.

Ia juga menyoroti peran strategis industri pangan di daerah, khususnya Lampung, agar mampu memenuhi kebutuhan internal daerah, bersaing secara nasional, hingga berkontribusi terhadap peningkatan ekspor.

Lebih lanjut, Chusnunia menegaskan dukungan Komisi VII DPR terhadap kebijakan pemerintah dalam memperkuat usaha kecil dan menengah di sektor industri, sekaligus mendorong transformasi menuju industri hijau.

Namun demikian, ia mengingatkan agar insentif pemerintah tidak hanya terfokus pada sertifikasi semata. Menurutnya, insentif harus diarahkan pada peningkatan efisiensi biaya produksi dan daya saing industri.

“Dukungan seperti retrofit mesin hemat energi dan penerapan teknologi efisien lainnya perlu diperluas agar industri benar-benar merasakan manfaat ekonomi dari transformasi hijau,” tutupnya.

 

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *