PSI Soroti Akar Politik Uang, Usul Syarat Pencalonan Pilkada Dipermudah

Jakarta, denting.id – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mendorong evaluasi menyeluruh terhadap mekanisme pencalonan kepala daerah sebagai langkah strategis untuk memutus mata rantai politik uang dalam Pilkada. Pelonggaran syarat pencalonan dinilai dapat membuka ruang lahirnya pemimpin yang lebih berkualitas dan berintegritas.

Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep sebelumnya menekankan pentingnya perbaikan sistem Pilkada guna memberantas berbagai praktik kecurangan, termasuk politik uang yang kerap mencederai demokrasi lokal.

Menindaklanjuti hal tersebut, Wakil Ketua Umum PSI Andy Budiman menyebut tingginya syarat pencalonan kepala daerah menjadi salah satu sumber utama maraknya praktik politik uang.

“Ketentuan minimal dukungan, baik dari partai politik maupun jalur perseorangan, sering mendorong praktik transaksional sejak awal pencalonan,” ujar Andy dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.

Menurutnya, kondisi tersebut melahirkan praktik jual beli kursi atau “tiket” pencalonan. Semakin berat syarat yang ditetapkan, semakin besar pula biaya yang harus dikeluarkan kandidat untuk bisa maju dalam Pilkada.

“Akibatnya terjadi jual beli kursi. Biaya politik semakin mahal dan itu membuka peluang terjadinya korupsi ketika kandidat tersebut terpilih dan menjabat,” tegas Andy.

PSI menilai pemangkasan syarat pencalonan merupakan langkah krusial untuk memutus rantai politik uang sejak hulu. Dengan membuka akses pencalonan seluas-luasnya, kompetisi diharapkan menjadi lebih sehat.

“Kalau kita ingin memutus mata rantai itu, salah satunya dengan mengurangi syarat pencalonan. Dibuka seluas mungkin agar kandidat semakin beragam,” ujarnya.

Andy menilai pelonggaran syarat pencalonan setidaknya akan membawa tiga dampak positif. Pertama, masyarakat memiliki lebih banyak pilihan sehingga kualitas kompetisi antarkandidat meningkat.

“Kedua, biaya politik bisa ditekan, termasuk praktik mahar politik yang selama ini membebani kandidat,” katanya.

Ketiga, menurut Andy, partai politik akan terdorong untuk lebih serius menyiapkan dan menawarkan kader terbaiknya kepada masyarakat.

“Partai akan berusaha keras menghadirkan kader terbaik, karena mereka sadar tanpa kualitas yang baik, kandidat tidak akan dipilih rakyat,” pungkasnya.

 

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *