Jeffrey Hendrik Ditunjuk Jadi Dirut Sementara BEI, Pemerintah Tegaskan Tak Akan Intervensi

Jakarta, Denting.id – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa resmi mengonfirmasi penunjukan Jeffrey Hendrik sebagai Direktur Utama Sementara Bursa Efek Indonesia (BEI). Hendrik yang sebelumnya menjabat Direktur Pengembangan Bisnis BEI kini dipercaya memimpin bursa di tengah dinamika pasar modal yang membutuhkan stabilitas.

Penunjukan tersebut dilakukan setelah Iman Rachman mengundurkan diri dari jabatan Direktur Utama BEI pada Jumat lalu. Pengunduran diri itu terjadi setelah pasar modal Indonesia mengalami volatilitas tinggi dalam sepekan terakhir, dipicu oleh pengumuman MSCI terkait peninjauan indeks perusahaan tercatat di Indonesia.

Purbaya menegaskan pemerintah tidak akan mengintervensi proses internal BEI dalam menyelesaikan persoalan tersebut. Ia menyebut penyelesaian akan dilakukan sesuai mekanisme dan prosedur yang berlaku di internal bursa.

“Mereka akan menyelesaikan masalah sesuai dengan prosedur internal mereka. Pemerintah tidak akan melakukan intervensi,” ujar Purbaya usai menghadiri rapat di kantor pusat Danantara Indonesia, Sabtu malam.

Dalam waktu dekat, Jeffrey Hendrik dijadwalkan mewakili BEI dalam pertemuan dengan jajaran eksekutif MSCI pada Senin, 2 Februari 2026. Pertemuan itu bertujuan membahas perkembangan situasi pasar modal Indonesia pasca pengumuman MSCI.

Sebagai pejabat senior BEI yang hadir dalam rapat tersebut, Hendrik juga bertemu dengan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Rapat turut dihadiri perwakilan Danantara Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Volatilitas pasar yang terjadi setelah pengumuman MSCI sempat memicu penurunan tajam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama dua hari. Kondisi ini juga berdampak pada pengunduran diri empat pejabat senior OJK, termasuk Ketua OJK Mahendra Siregar dan Wakil Ketua OJK Mirza Adityaswara.

Menanggapi kondisi tersebut, Hendrik memastikan BEI tetap menjalankan operasional secara normal, termasuk proses pengambilan keputusan manajemen rutin. Pernyataan tersebut sejalan dengan keterangan sebelumnya dari Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad.

“Kami berkomitmen untuk mengembangkan pasar modal kelas dunia di Indonesia, yang maju tidak hanya dalam aktivitas perdagangan dan kapitalisasi pasar, tetapi juga dalam transparansi dan tata kelola,” kata Hendrik.

Baca juga: Menkeu Purbaya Yakin Rupiah Bisa Menguat ke Rp16.500 per Dolar AS

Ia menambahkan, BEI telah berkomunikasi dengan penyedia indeks global serta memperhatikan berbagai masukan. Hendrik juga menegaskan pihaknya akan segera menindaklanjuti langkah-langkah strategis guna memperkuat perlindungan bagi investor domestik maupun internasional.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *