BOGOR, Denting.id – Suasana duka menyelimuti wilayah sekitar Jembatan Sarijan, Kota Bogor, setelah seorang bocah laki-laki bernama Muhammad Dirga (8) dilaporkan hanyut terbawa arus Sungai Cisadane pada Selasa (3/2/2026) sore. Meski upaya penyelamatan telah dilakukan secara maksimal, kondisi alam yang ekstrem memaksa petugas menghentikan pencarian untuk sementara waktu.
Peristiwa memilukan ini bermula sekitar pukul 16.30 WIB. Saat itu, Dirga sedang asyik bermain bersama beberapa temannya di tepi sungai. Situasi berubah menjadi darurat ketika korban mencoba berenang namun kehilangan kendali akibat kuatnya aliran sungai.
“Korban sempat berenang, namun diduga tidak kuat melawan arus yang cukup deras. Kakaknya juga sempat berupaya menolong, namun korban terbawa arus,” ungkap Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor, Dimas Tiko Prahadisasongko.
Medan Berat di Dasar Sungai
Segera setelah mendapat laporan, tim gabungan langsung terjun ke lokasi untuk melakukan penyisiran. Namun, operasi pencarian menghadapi tantangan besar. Selain arus permukaan yang kencang, tim penyelam menemukan adanya patahan atau cekungan sedalam sungai yang sangat berbahaya bagi keselamatan petugas.
Hingga pukul 20.15 WIB, operasi dihentikan karena kondisi arus yang semakin membahayakan. Petugas menduga posisi korban masih berada dalam radius 500 meter dari titik awal kejadian, namun gelapnya malam dan derasnya air membuat penggunaan perahu bermotor pun tidak memungkinkan untuk dipaksakan.
Langkah Antisipasi dan Posko 24 Jam
Meski pencarian di dalam air dihentikan sementara, petugas tidak tinggal diam. Sejumlah jaring pengaman telah dipasang di beberapa titik strategis, seperti di sekitar Jembatan TB Pala, walaupun derasnya air sempat membuat jaring tersebut terpental berkali-kali.
“Kami tetap siaga 24 jam di lokasi. Posko pantau sudah didirikan dan berbagai upaya terus dilakukan,” tegas Dimas Tiko.
Harapan dan Doa untuk Keluarga
Di lokasi kejadian, pihak keluarga terus menunggu kabar terbaru dengan penuh kecemasan. Petugas telah memberikan penjelasan mendalam mengenai kendala teknis di lapangan agar keluarga dapat memahami situasi sulit yang dihadapi tim SAR.
Rencananya, operasi pencarian akan kembali dilanjutkan segera setelah kondisi cuaca dan arus sungai memungkinkan bagi keamanan tim penyelamat. Masyarakat diimbau untuk tetap menjauhi bibir sungai, terutama saat intensitas hujan tinggi membuat arus Cisadane sulit diprediksi.

