Bogor, Denting.id. – Meriyati Roeslani Hoegeng, istri dari mantan Kapolri Jenderal (Purn) Hoegeng Iman Santoso, akan dimakamkan di Taman Pemakaman Umum (TPU) Giri Tama Tajur Halang, Bogor, Jawa Barat, pada Rabu (tanggal tidak disebutkan). Prosesi pemakaman dijadwalkan sebelum waktu zuhur.
Almarhumah, yang akrab disapa Eyang Meri, meninggal dunia pada Selasa pukul 13.24 WIB di usia 100 tahun. Salah seorang anaknya, Aditya, menyatakan bahwa kematian ibunya bukan disebabkan oleh penyakit tertentu, melainkan faktor usia lanjut. “Kondisinya sehat, tapi memang karena usia yang sudah sepuh saja,” kata Aditya di rumah duka.
Jenazah Meriyati disemayamkan di Perumahan Pesona Khayangan Blok DH Nomor 1, Depok, Jawa Barat, sejak tiba pukul 16.15 WIB menggunakan mobil jenazah polisi. Suasana rumah duka tampak khidmat dengan tenda yang dipasang dan berbagai keperluan yang disiapkan. Beberapa pejabat tinggi kepolisian, termasuk Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Kapolres Depok Kombes Polisi Abdul Waras, Dankorbrimob Komjen Polisi Ramdani Hidayat, dan Wadankorbrimob Polri Irjen Polisi Reza Arief Dewanto, mengirimkan karangan bunga duka cita. Kapolres Depok bersama jajarannya juga terlihat membantu persiapan di lokasi.
Meriyati Hoegeng lahir pada 23 Juni 1925 di Yogyakarta, Hindia Belanda, dari pasangan dr. Mas Soemakno Martokoesoemo dan Jeanne Reyneke van Stuwe. Ia menikah dengan Jenderal Hoegeng pada 1946 dan dikaruniai tiga orang anak. Setelah Hoegeng pensiun, pasangan ini mendirikan kelompok musik The Hawaiian Singers, yang sering tampil di berbagai acara dan mengisi program musik tetap di TVRI.
