Bogor, Denting.id – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, memberikan apresiasi tinggi terhadap penyelenggaraan Indeks Tata Kelola Pengadaan (ITKP) Awards 2025 yang digelar di Paseban Sri Baduga, Balai Kota Bogor, Selasa (10/2/2026). Ajang ini dinilai sebagai langkah strategis untuk memperkuat komitmen jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dalam mengelola pengadaan barang dan jasa yang transparan dan sesuai regulasi.
Dedie Rachim menyampaikan bahwa penyelenggaraan ITKP Awards bertujuan memberikan pemahaman dan penguatan komitmen kepada seluruh jajaran Pemkot Bogor dalam melaksanakan proses pengadaan barang dan jasa sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Ia menegaskan pentingnya integritas bagi pimpinan OPD, camat, hingga lurah dalam menjalankan tugas ini.
“Tujuan ITKP Awards ini adalah memberikan pemahaman kepada para pimpinan OPD, para camat, lurah di lingkungan Pemerintah Kota Bogor untuk bisa melaksanakan proses pengadaan barang dan jasa sesuai dengan tata aturan yang ada,” ujar Dedie Rachim.
Dalam arahannya, Dedie menyoroti aspek keselamatan kerja pada sektor konstruksi. Mengingat ada sekitar 1.000 paket pekerjaan fisik dari total 7.000 paket pengadaan setiap tahunnya, kewajiban penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) dan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan menjadi harga mati bagi para pelaksana proyek.
“Untuk pekerjaan konstruksi itu wajib memakai APD dan wajib ikut serta dan dilindungi oleh BPJS Ketenagakerjaan. Hal ini tentu tujuannya apabila terjadi permasalahan risiko tinggi maka si pekerja itu ada perlindungan,” tegasnya. Dedie menambahkan bahwa hal ini adalah bagian dari upaya perlindungan bagi pekerja yang melaksanakan proyek di lingkungan Pemkot Bogor.
Selain perlindungan pekerja konstruksi, Pemkot Bogor juga menunjukkan keberpihakan pada pekerja rentan melalui bantuan iuran BPJS Ketenagakerjaan yang mencakup sekitar 47.000 penerima, mulai dari RT/RW hingga kader Posyandu. “Ini bukti bahwa ketika mereka dilindungi dan terjadi risiko, santunan benar-benar diberikan, bahkan ada beasiswa bagi ahli warisnya,” jelas Dedie Rachim.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Kota Bogor, Dian Agung Senoaji, memuji komitmen Pemkot Bogor dalam mengejar Universal Coverage Jamsostek. Saat ini, tingkat kepesertaan di Kota Bogor sudah mencapai 44 persen dan diproyeksikan melonjak hingga 63 persen pada akhir 2026. Dari sekitar 1.600 proyek fisik di Bogor, sebanyak 60 persen atau lebih dari 900 proyek telah resmi terdaftar.
Sebagai bentuk apresiasi, ITKP Awards 2025 memberikan penghargaan kepada perangkat daerah terbaik. Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) berhasil meraih peringkat pertama dengan nilai 29,85, disusul oleh Kecamatan Tanah Sareal di posisi kedua dengan nilai 29,79, dan Dinas Kesehatan (Dinkes) di peringkat ketiga dengan nilai 29,64. Acara tersebut juga diwarnai dengan penyerahan santunan kematian dan beasiswa pendidikan kepada ahli waris pekerja sosial dan pekerja rentan.

