Hadapi Era 5.0, Wali Kota Bogor Ajak Mahasiswa PMII Siapkan Diri Hadapi Krisis Global

Bogor, Denting.id – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, secara resmi membuka Pelatihan Kader Lanjutan (PKL) yang diselenggarakan oleh Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kota Bogor di Paseban Sri Baduga, Balai Kota Bogor, Kamis (12/2/2026). Mengusung tema besar “Kaderisasi 5.0: A New Era Ahead”, pelatihan tingkat lanjut ini diikuti oleh para kader PMII pilihan yang datang dari berbagai daerah di seluruh penjuru Indonesia.

Dalam arahannya, Dedie Rachim menekankan bahwa tantangan di masa depan akan jauh lebih kompleks dan sulit diprediksi dibandingkan era sebelumnya. Ia mengajak seluruh kader untuk tidak hanya terpaku pada dinamika politik, tetapi juga mulai membekali diri dengan kemampuan teknis dalam sektor-sektor krusial seperti pemenuhan pangan, kedaulatan energi, serta pengembangan sumber daya manusia agar memiliki daya saing yang kuat di tingkat global.

“Saya melihat para kader yang hadir mayoritas berusia di bawah 20 tahun. Dengan kondisi ke depan yang sulit diprediksi, perjuangan tidak hanya dalam bidang politik. A new era ahead adalah bagaimana memiliki kemampuan untuk bertahan,” ujar Dedie Rachim di hadapan para peserta.

Menurutnya, keterampilan dan strategi bertahan hidup menjadi kunci utama bagi generasi muda dalam menghadapi berbagai potensi krisis dunia di masa mendatang.

Senada dengan hal tersebut, Sekretaris Jenderal Pengurus Besar PMII, M. Irkham Thamrin, memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya kegiatan ini di Kota Bogor. Ia menginstruksikan seluruh elemen PMII untuk terus merawat nalar kritis dan kedalaman ilmu pengetahuan.

Namun, ia juga mengingatkan agar landasan nilai-nilai keislaman Ahlussunnah wal Jamaah dan jiwa kebangsaan tetap menjadi tameng utama guna menjaga persatuan bangsa dari ancaman perpecahan.

“Forum di Kota Bogor selalu saya ikuti dan hari ini saya merasa bangga karena PKL ini dibuka langsung oleh Wali Kota Bogor,” kata Irkham.

Pelatihan intensif ini dijadwalkan akan berlangsung selama tiga hari ke depan, hingga 15 Februari 2026, dengan harapan melahirkan pemimpin-pemimpin muda yang mampu beradaptasi dengan cepat di era 5.0 tanpa kehilangan identitas religius dan nasionalisnya.

Bagikan Artikel:

Mungkin Anda Menyukai